Hukrim

Mandi di Sungai Arut, Bocah SD Kyai Gede Tenggelam

79
×

Mandi di Sungai Arut, Bocah SD Kyai Gede Tenggelam

Sebarkan artikel ini
Mandi di Sungai Arut, Bocah SD Kyai Gede Tenggelam
TENGGELAM-Korban ZK (7) selepas ditemukan tenggelam di Sungai Arut. FOTO TABENGAN/YULIANTINI

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Seorang bocah berusia 7 tahun berinisial ZK, murid SDN Kyai Gede, dilaporkan tenggelam di Sungai Arut, tepatnya di kawasan lanting RT 6 Gang Flamboyan, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Minggu (26/4/2026) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ZK merupakan anak dari Sarkoni, warga RT 15 Kelurahan Raja. Peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya berenang di Sungai Arut dengan cara melompat dari sebuah perahu. Namun nahas, setelah melompat, korban tidak kembali muncul ke permukaan.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban panik dan berteriak meminta pertolongan kepada warga di sekitar lanting. Warga kemudian bergegas melakukan pencarian di lokasi terakhir korban terlihat.

Pencarian dilakukan secara manual dengan cara menyelam dan menyisir area sekitar. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 09.30 WIB, ketika tubuh korban ditemukan tidak jauh dari titik awal ia melompat. Namun, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Lurah Raja, Misrani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban merupakan warga RT 15 Kelurahan Raja dan pihaknya mengetahui peristiwa itu dari laporan Ketua RT setempat.

“Korban telah ditemukan oleh warga yang bersama-sama melakukan pencarian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di RT 15,” ujar Misrani.

Menyikapi peristiwa tersebut, Misrani mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai. Ia juga menegaskan larangan bagi anak-anak untuk mandi, berenang, atau bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang.

Selain itu, orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah serta memberikan pemahaman tentang bahaya arus dan kedalaman sungai.

“Kami juga mengimbau seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai untuk saling mengingatkan dan menegur jika melihat anak-anak bermain di tepi sungai. Apalagi saat ini kondisi arus tidak menentu, sehingga kawasan sungai menjadi zona rawan kecelakaan,” tegasnya. uli/redfwa