Spirit Kalteng

Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kotim, Dorong Perempuan Lebih Aktif dan Berdaya Saing

103
×

Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kotim, Dorong Perempuan Lebih Aktif dan Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini
Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kotim, Dorong Perempuan Lebih Aktif dan Berdaya Saing
DORONG PEREMPUAN AKTIF -Peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur berlangsung penuh makna. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kotim pada Jumat (24/4) di aula Kecamatan Cempaga. FOTO TABENGAN/MAYA

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur berlangsung penuh makna. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kotim pada Jumat (24/4) di aula Kecamatan Cempaga ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana memperkuat peran perempuan hingga ke tingkat desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kotim Irawati yang juga Ketua GOW Kotim, Ketua TP PKK Kotim Khairiyah Halikinnor, Anggota DPRD Kotim Mariani, Camat Cempaga Agustiawany, Kepala DPPPAPPKB Kotim dr Achmad Yusi dan sejumlah Kepala SOPD lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kotim Irawati yang juga Ketua GOW Kotim menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pemilihan lokasi hingga ke tingkat Kecamatan memberikan kesempatan lebih luas bagi kaum perempuan untuk terlibat langsung dan memahami esensi peringatan Hari Kartini.

“Melalui kegiatan ini, ibu-ibu hingga ke desa dapat ikut serta dan memahami makna perjuangan Kartini yang kita peringati hari ini,” ujarnya.

Menurutnya peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa Raden Ajeng Kartini atau R.A. Kartini, tokoh emansipasi perempuan Indonesia. Sosok Kartini dikenal sebagai pelopor kesetaraan gender yang memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan yang sama.

Penetapan Hari Kartini sendiri dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964 oleh Soekarno. Pemikiran Kartini dinilai progresif dan berani pada zamannya, tidak hanya menyoroti isu perempuan, tetapi juga ketidakadilan sosial secara luas.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan bahwa perempuan masa kini dituntut untuk lebih aktif, mandiri, serta mampu bersaing dalam berbagai bidang pembangunan. Perempuan diharapkan dapat menjadi sosok yang kreatif, inovatif, dan percaya diri, serta berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul.

“Perempuan harus mampu berdiri sejajar dengan laki-laki, berkontribusi dalam pembangunan, dan menjadi bagian penting dalam kemajuan bangsa,” terangnya.

Momentum Hari Kartini ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus mendukung kesetaraan gender serta mendorong perempuan Indonesia, khususnya di Kotawaringin Timur, agar semakin maju dan berdaya saing menuju Indonesia yang lebih baik.

Peringatan hari Kartini saat itu juga dirangkai dengan beberapa kegiatan seperti pelayanan KB implan secara gratis, pemeriksaan IVA, lomba menyanyi Ibu Kita Kartini untuk anak-anak, parade busana kebaya dan juga lomba membuat buket dari bumbu dapur. may/jsi-red