Hukrim

Polres Gumas Latihan Kontinjensi Siapsiaga Konflik Sosial

74
×

Polres Gumas Latihan Kontinjensi Siapsiaga Konflik Sosial

Sebarkan artikel ini
Polres Gumas Latihan Kontinjensi Siapsiaga Konflik Sosial
LATIHAN-Personel Polres Gumas ketika latihan kontijensi kesiapsiagaan menghadapi konflik sosial. FOTO HMS POLRES GUMAS

KUALA KURUN/TABENGAN.CO.ID – Polres Gunung Mas (Gumas) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui latihan intensif penanganan situasi kontinjensi konflik sosial, Selasa (28/4/2026). Latihan dipimpin langsung Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan fungsi, termasuk jajaran Polsek.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang dapat berkembang menjadi konflik sosial berskala besar.

Rangkaian latihan diawali dengan Tactical Wall Game (TWG) yang berisi arahan strategis terkait pola penanganan konflik, rantai komando, serta skema pergerakan personel saat terjadi eskalasi situasi.

Kapolres menegaskan, latihan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kesiapan nyata dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga penanganan konflik dapat dilakukan secara humanis namun tetap tegas sesuai prosedur,” ujarnya.

Latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi Pengendalian Massa (Dalmas) yang melibatkan 176 personel Polres dan 30 personel Polsek jajaran. Dalam simulasi, personel mempraktikkan formasi taktis, penggunaan tameng, hingga teknik negosiasi untuk meredam situasi.

AKBP Heru Eko Wibowo juga memantau langsung jalannya latihan dan memberikan evaluasi terhadap kesiapan personel, termasuk kemampuan komunikasi di lapangan.

Menurutnya, penguasaan teknik Dalmas sangat penting agar tidak terjadi kesalahan prosedur saat menghadapi situasi nyata.

“Pendekatan humanis tetap diutamakan, namun ketegasan harus hadir sesuai aturan,” tegasnya.

Usai simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan analisis dan evaluasi (anev) guna mengidentifikasi kekurangan serta meningkatkan kesiapan operasional ke depan. fwa