PEMPROV KALTENG

Huma Betang Night Kembali Hadir Dibarengi Launching RTH Eks KONI 

109
×

Huma Betang Night Kembali Hadir Dibarengi Launching RTH Eks KONI 

Sebarkan artikel ini
Huma Betang Night Kembali Hadir Dibarengi Launching RTH Eks KONI 
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kegiatan Car Free Night Huma Betang Night akan kembali digelar di Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Sabtu (2/5/2026) malam. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peluncuran QRIS Bank Kalteng, Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta kalender Festival Budaya Isen Mulang (FBIM).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng ini menampilkan beragam pertunjukan seni budaya lokal serta hiburan dari artis daerah dan nasional. Sejumlah penampil turut memeriahkan acara, mulai dari seni karungut, tari tradisional, hingga penampilan musisi lokal.

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur H Edy Pratowo juga hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan yang bertujuan menghidupkan ruang publik sekaligus memperkuat identitas budaya daerah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Kalteng Rangga Lesmana menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan terus dikembangkan ke depan.

“Kegiatan Car Free Night Huma Betang Night ini akan terus berlanjut sebagai ruang ekspresi masyarakat sekaligus upaya pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” ujar Rangga Lesmana, di Palangka Raya, Jumat (1/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang mampu menarik minat wisatawan serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ikon baru Kota Palangka Raya, yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku seni, budaya, dan usaha lokal untuk berkembang,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap Car Free Night dapat menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat, pelaku seni, dan pemerintah dalam membangun Kalteng yang lebih maju dan berdaya saing.ldw/ded-red