Spirit Kalteng

BMKG Prediksi Cuaca Kalteng Berawan hingga Hujan Awal Mei

96
×

BMKG Prediksi Cuaca Kalteng Berawan hingga Hujan Awal Mei

Sebarkan artikel ini
BMKG Prediksi Cuaca Kalteng Berawan hingga Hujan Awal Mei
ilustrasi prakiraan cuaca bmkg/ foto gemini ai

+Waspada Kemarau dan Karhutla di Pertengahan Bulan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada periode 1 hingga 7 Mei 2026.

Dalam rilis tersebut, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, sekaligus bersiap menghadapi peralihan menuju musim kemarau pada pertengahan bulan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianatae, menyampaikan bahwa kondisi cuaca dalam sepekan ke depan umumnya didominasi oleh awan dengan potensi hujan ringan hingga sedang. Namun, pada beberapa wilayah tertentu, hujan dengan intensitas lebih tinggi berpotensi terjadi.

“Sampai pekan depan, kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Kalteng,” ujarnya saat dikonfirmasi.

BMKG mencatat, suhu udara di wilayah Kalteng selama periode tersebut berkisar antara 23°C hingga 33°C. Sementara itu, tingkat kelembaban udara berada pada rentang 55%-100%. Untuk arah angin, umumnya bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan antara 5 hingga 15 km/jam.

Memasuki pertengahan Mei, BMKG memprediksi adanya perubahan signifikan menuju musim kemarau. Bahkan, pada minggu ketiga Mei, kondisi cuaca diperkirakan mulai didominasi oleh cuaca kering yang akan berlangsung hingga Juni mendatang.

“Memang pada Mei, Juni hingga Juli nanti suhu akan meningkat dan curah hujan berkurang. Hal ini perlu diwaspadai karena dapat memicu kekeringan di wilayah kita,” jelasnya.

Seiring dengan potensi musim kemarau tersebut, BMKG juga telah memetakan sejumlah wilayah di Kalteng yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap munculnya titik panas (hotspot). Wilayah yang masuk dalam kategori rawan tersebut umumnya berada di bagian tenggara dan kawasan pesisir.

Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur bagian selatan, hingga Kota Palangka Raya. Kawasan ini dinilai memiliki karakteristik suhu yang lebih tinggi serta tingkat kekeringan yang lebih cepat terjadi saat curah hujan menurun.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang setiap tahunnya menjadi ancaman serius di wilayah Kalteng.

Dalam upaya mengantisipasi dampak tersebut, BMKG memastikan kesiapsiagaan penuh para prakirawan cuaca. Seluruh forecaster disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat melalui berbagai kanal komunikasi digital. Pembaruan data dan informasi dilakukan secara berkala guna memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Kami terus memantau pergerakan suhu muka laut di Samudra Pasifik. Komunikasi dengan pusat dan antar-daerah juga dilakukan secara intensif melalui koordinasi virtual 24 jam agar informasi peringatan dini dapat segera tersampaikan,” tambahnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat Kalteng untuk mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca panas yang akan datang.

“Masyarakat diharapkan dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu ekstrem, menjaga ketersediaan air bersih, serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” pungkasnya. dte/fwa-red