Spirit Kalteng

Banjir Gedung Serbaguna Ganggu Pernikahan, Dua Kecamatan Kotim Terdampak Genangan

87
×

Banjir Gedung Serbaguna Ganggu Pernikahan, Dua Kecamatan Kotim Terdampak Genangan

Sebarkan artikel ini
Banjir Gedung Serbaguna Ganggu Pernikahan, Dua Kecamatan Kotim Terdampak Genangan
TERGENANG-Banjir merendam jalan protokol dan Gedung Serbaguna Sampit, Minggu (3/5/2026). FOTO TABENGAN/MAYA SELVIANI

*Hujan Deras, Sejumlah Jalan dan Fasilitas Umum di Kotim Tergenang,

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (3/5/2026) pagi, membuat sejumlah permukiman di wilayah itu baik di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang tergenang banjir.

Tak hanya di permukiman warga, di beberapa lokasi fasilitas umum seperti Gedung Serbaguna, sekolah pun ikut terendam air banjir yang tingginya di atas mata kaki orang dewasa.

Pantauan Tabengan, bahkan pada jalan protokol yakni Jalan A Yani air banjir juga menggenang. Tak hanya itu, air yang menggenang di Gedung Serbaguna Sampit Jalan HM Arsyad Sampit sehingga mengganggu acara pernikahan yang digelar di lokasi tersebut.

Sejumlah undangan, terpaksa harus berbasah-basahan menuju lokasi acara karena halaman Gedung Serbaguna dikepung air banjir.

“Hujan memang sangat deras wajar saja sampai air meluap tapi ya risikonya juga air sampai masuk ke dalam rumah,” keluh Ria, salah satu korban genangan air banjir di Jalan Jeruk 1 Sampit.

Masuknya genangan air ke dalam rumah pun, diakuinya membuat sebagian peralatan elektroniknya menjadi rusak karena tergenang air banjir. Ia berharap pemerintah setempat tidak tinggal diam melihat kondisi yang seperti itu.

“Biasanya siang air sudah surut tapi ini air tidak surut-surut juga pasti ada drainase yang tersumbat,” kiranya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata wilayah mana saja yang tergenang air banjir. Namun, ia mendapatkan informasi dari BMKG Kotim untuk curah hujan 3 jam per pukul 10.00 WIB tercatat 65.7 mm.

Untuk itu, ia pun mengingatkan agar semua kalangan mewaspadai dampak dari hal tersebut. Termasuk pada kawasan yang sudah dinyatakan rawan banjir seperti di wilayah hulu Kotim.

“Ya, tingkatkan waspada jaga lingkungan agar tetap bersih juga drainase khusus di wilayah kota harus lancar supaya tidak ada genangan air banjir saat hujan deras terjadi,” imbaunya.

 

Dua Kecamatan di Kotim Terdampak Genangan

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, hujan terjadi sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB dengan curah hujan mencapai 65,7 mm, berdasarkan pengukuran Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit milik BMKG.

Dari hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC), genangan air terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang.

Multazam mengatakan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, genangan dilaporkan terjadi di sembilan ruas jalan, di antaranya Jalan Sampurna, Jalan Jeruk 1, Jalan Pelita, Jalan Soprapto Selatan, Jalan Anggur 3, Jalan Pinang 2, Jalan Caman Barat, Jalan Tatar, dan Jalan Rangkas 4. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 25 sentimeter dengan panjang genangan mencapai 10 hingga 100 meter.

Sementara itu, di Kecamatan Baamang, genangan terjadi di lima ruas jalan, yakni Jalan Kenan Sandan, Jalan Hasan Mansur, Jalan Walter Condrad, Jalan Gunung Kelud, dan Jalan Christopher Mihing, dengan ketinggian air berkisar 15 hingga 25 sentimeter.

“Selain ruas jalan, sejumlah fasilitas umum juga terdampak, di antaranya Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir, delapan unit ruko milik warga, serta satu unit gedung pertemuan serbaguna,” ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsi akibat kejadian tersebut.

Dirinya menyebutkan, genangan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh sistem drainase yang belum optimal. Saat ini kondisi air di beberapa titik mulai berangsur surut, meskipun genangan masih terpantau di Jalan Pelita.

Sebagai upaya penanganan, petugas BPBD bersama pihak terkait melakukan pemantauan di lokasi terdampak, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, serta membantu pengaturan lalu lintas di kawasan yang tergenang.

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintas di wilayah terdampak dan tetap siaga terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah genangan.may/jsi-red