PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyiapkan 17 tenaga ahli atau staf khusus yang akan ditempatkan pada delapan sektor strategis guna mengawal pelaksanaan program prioritas daerah, khususnya Program Kartu Huma Betang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng M Reza Prabowo mengatakan, mekanisme seleksi calon staf khusus tersebut telah disiapkan dan mendapat persetujuan dari Gubernur.
“Pemprov Kalteng menyiapkan 17 staf khusus untuk delapan sektor dan seleksi akan dibuka pada awal Juni 2026. Kami juga sudah menyiapkan mekanisme seleksinya dan Bapak Gubernur juga sudah setuju. Mudah-mudahan tidak ada perubahan,” ujarnya di Palangka Raya, baru-baru ini.
Menurut Reza, para staf khusus nantinya akan dibagi ke dalam sejumlah sektor strategis seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya. Setiap sektor diperkirakan akan diisi dua hingga tiga tenaga ahli.
“Supaya status ini bisa optimal, nanti akan dibagi ke delapan sektor. Jadi ada yang menangani sektor pertanian, sektor ekonomi, sektor pendidikan, dan sektor lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan, tugas utama para staf khusus tersebut adalah mengawal kebijakan gubernur, terutama program Kartu Huma Betang yang menjadi salah satu program unggulan Pemprov Kalteng.
“Namun tugas utamanya adalah mengawal kebijakan Gubernur, khususnya Kartu Huma Betang. Karena Kartu Huma Betang selain menjadi janji politik Bapak Gubernur, di dalamnya juga terdapat banyak program strategis, seperti kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial,” jelasnya.
Reza menambahkan, keberadaan staf khusus dinilai penting agar seluruh program dalam Kartu Huma Betang dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Makanya itu harus dikawal oleh semua staf khusus yang nantinya menjadi bagian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Terkait jumlah tenaga ahli, ia menyebut angka 17 orang tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Gubernur dengan unsur organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kalteng.
“Untuk jumlahnya, sesuai kesepakatan Bapak Gubernur bersama Cipayung, BEM, dan HIMA di Kalimantan Tengah, ada 17 tenaga ahli,” katanya.
Sekretariat seleksi nantinya akan ditempatkan di Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng. Pemprov juga membuka kesempatan luas bagi mahasiswa dan lulusan sarjana untuk mengikuti seleksi tersebut.
“Nanti sekretariatnya ada di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, kemudian seluruh mahasiswa silakan mendaftarkan diri. Kami juga menerima rekomendasi misalnya dari HMI, GMNI, maupun HIMA dan Presma,” ujarnya.
Selain mahasiswa, peluang juga dibuka bagi lulusan strata satu (S1) yang dinilai memiliki kemampuan analisis dan pengalaman akademik yang memadai.
“Kami juga membuka peluang untuk yang lainnya, misalnya lulusan S1. Biasanya kalau lulusan S1 dia juga punya analisa yang matang, minimal dia sudah pernah menyusun skripsi dan memahami metode penelitian,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu syarat yang tengah dipertimbangkan dalam seleksi tersebut adalah batas usia maksimal pelamar.
“Kalau tidak salah juga ada batasan usia di bawah 35 tahun,” tutupnya. ldw/ded-red











