-
Hukrim

Kapolda Kalteng Irjen Iwan Bertarung di Besei Kambe

302
×

Kapolda Kalteng Irjen Iwan Bertarung di Besei Kambe

Sebarkan artikel ini
BUDAYA-Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan melakukan Lomba Besei Kambe di Sungai Kahayan.FOTO HMS POLDA KALTENG
-

+ Lestarikan Budaya Dayak di HUT Ke-80 Bhayangkara

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Deru semangat dan kekompakan para peserta mewarnai kawasan bawah Jembatan Kahayan, Sabtu (20/6/2026). Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalimantan Tengah menggelar Lomba Besei Kambe, olahraga tradisional khas Dayak yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.

Puluhan tim dari satuan kerja Polda Kalteng, jajaran polres, hingga masyarakat umum ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung di Sungai Kahayan, Jalan S. Parman, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polda Kalteng dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya diisi kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga diarahkan untuk mengangkat kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah.

“Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, kami menyelenggarakan berbagai perlombaan dan sebagian besar dititikberatkan pada kegiatan yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut Kapolda, Besei Kambe dipilih karena merupakan tradisi warisan leluhur masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui perlombaan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.

“Kita tahu ini adalah warisan para leluhur masyarakat Kalimantan Tengah. Dengan dilombakan seperti ini, kami berharap budaya tersebut tetap hidup, terpelihara, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Lebih dari sekadar adu kecepatan mendayung, Besei Kambe juga mengandung filosofi mendalam. Ketangkasan, keberanian, kerja sama, disiplin, dan kekompakan menjadi nilai-nilai yang tercermin dalam setiap kayuhan peserta.

Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat pengabdian Polri dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Kehangatan serta antusiasme yang tercipta selama perlombaan menunjukkan kuatnya sinergi yang terus dibangun Polda Kalteng bersama warga.

“Kami berharap dari kegiatan ini terjalin kedekatan yang semakin erat antara polisi dan masyarakat. Karena kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal penting dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” pungkasnya. fwa/red

 

-
-
-