-
Spirit Kalteng

Peserta Membludak, OJK dan BEI Kalteng Edukasi 180 Mahasiswa UNDA tentang Pasar Modal

216
×

Peserta Membludak, OJK dan BEI Kalteng Edukasi 180 Mahasiswa UNDA tentang Pasar Modal

Sebarkan artikel ini
-

EDUKASI-Peserta Membludak, OJK dan BEI Kalteng Edukasi 180 Mahasiswa UNDA tentang Pasar Modal. FOTO MAYA

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Universitas Darwan Ali (UNDA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus terbaik di Sampit dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah, dan Phintraco Sekuritas, Selasa (23/6/2026).

Antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Dari target awal sebanyak 150 peserta, jumlah mahasiswa yang hadir mencapai 180 orang dari berbagai program studi. Hal tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa Universitas Darwan Ali untuk memahami dunia investasi dan pasar modal sejak dini.

Turut hadir Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah Ika Budhi Pratiwi, Asisten Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah Khansa Muthia Rizkianti, serta Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur, Rafiq Riswandi.

Adapun materi edukasi disampaikan oleh Ika Budhi Pratiwi selaku Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Randy Perdana selaku Deputi Kepala Bursa Efek Indonesia Kalimantan Tengah, serta Nur Adhayani selaku Branch Representative Phintraco Sekuritas Cabang Palangka Raya.

Berbagai materi terkait pengelolaan keuangan, dasar-dasar investasi, hingga pentingnya pasar modal disampaikan secara interaktif sehingga mampu menarik perhatian mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, mengaku sangat senang dapat berkolaborasi dengan Universitas Darwan Ali.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan Universitas Darwan Ali karena panitia yang terdiri dari dosen, pegawai maupun mahasiswa sangat membantu. Peserta edukasi juga sangat antusias walaupun kegiatan dilaksanakan pada jam yang cukup rawan. Kami berharap ke depan dapat kembali berkolaborasi bersama Universitas Darwan Ali,” ujarnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa yang digelar melalui kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Universitas Darwan Ali. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Kotim Halikinnor yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Kotim Rafiq Riswandi mengatakan edukasi pasar modal sangat penting untuk mencetak generasi muda yang melek finansial, cerdas berinvestasi, dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

“Kegiatan ini memiliki nilai strategis karena dilaksanakan dalam rangka Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026. Mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai dunia keuangan dan pasar modal agar mampu merencanakan keuangan sejak usia muda,” ujarnya.

Menurutnya, kemudahan akses informasi di era digital harus diimbangi dengan pengetahuan yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan. Saat ini masih banyak tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun berisiko dan dapat merugikan masyarakat.

Karena itu, melalui Sekolah Pasar Modal, para mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, instrumen investasi, manajemen risiko hingga praktik dasar analisis saham. Edukasi tersebut diharapkan mampu membantu generasi muda membedakan investasi yang legal dan produktif dengan aktivitas keuangan yang berisiko.

“Mahasiswa sebagai kaum intelektual dan calon pemimpin masa depan tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus mulai menjadi investor yang cerdas. Mengelola uang saku atau penghasilan untuk berinvestasi sejak dini merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian finansial,” katanya.

Ia juga menyoroti tingginya partisipasi generasi muda di pasar modal. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran kaum muda terhadap pentingnya investasi sebagai sarana mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Selain meningkatkan pemahaman keuangan, para mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi yang benar mengenai investasi yang aman dan legal kepada keluarga, teman, maupun masyarakat luas.

Pemerintah Kabupaten Kotim, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai program edukasi dan literasi keuangan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Humas Universitas Darwan Ali, Herlina Kristin Rahel, mengapresiasi OJK dan BEI Kalimantan Tengah yang telah memberikan edukasi langsung kepada mahasiswa lintas program studi.

“Kami sangat mengapresiasi OJK dan BEI Kalimantan Tengah karena telah mengedukasi mahasiswa kami dari seluruh program studi. Target awal peserta sebanyak 150 mahasiswa, namun yang hadir mencapai 180 peserta. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan literasi keuangan dan memahami pentingnya investasi sejak dini,” ungkapnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari berbagai tanggapan mahasiswa. Fernando Thenendy Suhardi, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester 2, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai investasi.

“Acara ini sangat bagus dan mengedukasi bagi mahasiswa yang masih awam dalam dunia investasi dan pasar modal. Kami jadi belajar mengenai saham, dasar-dasar investasi, dan mengetahui lebih dalam bagaimana pasar modal bekerja,” katanya.

Hal senada disampaikan Dara Pirna F.Y., mahasiswa Agribisnis semester 2. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai pentingnya literasi keuangan dan investasi.

“Saya sangat senang dan mendapatkan banyak pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama mengenai pentingnya literasi keuangan, pengelolaan keuangan yang baik, serta pengenalan dunia pasar modal dan investasi,” ujarnya.

Sementara itu, Karnitha, mahasiswa Manajemen semester 2, mengaku semakin tertarik untuk mulai belajar berinvestasi setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Awalnya saya belum terlalu paham tentang pasar modal dan investasi. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih mengerti dasar-dasarnya dan pentingnya mulai mengelola keuangan sejak dini. Penyampaian materinya juga seru, tidak membosankan, dan mudah dipahami sehingga membuat saya lebih tertarik untuk belajar tentang investasi,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan dengan menghadirkan materi yang lebih beragam serta lebih banyak sesi diskusi dan praktik langsung agar mahasiswa semakin percaya diri untuk memulai investasi.

Melalui kolaborasi bersama OJK dan BEI Kalimantan Tengah, Universitas Darwan Ali terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan literasi keuangan dan kemampuan menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. may/jsi-red

-
-
-