PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga Jalan Pramuka IV, Kelurahan Menteng, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di dalam rumahnya pada Senin (29/6/2026). Korban diketahui berinisial SIK (68) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mulai mengalami pembusukan setelah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang berasal dari rumah korban. Warga sekitar mencurigai kondisi rumah yang dalam beberapa terakhir tidak menunjukan adanya aktivitas. Kecurigaan semakin menguat setelah terjadi pemadaman listrik di kawasan tersebut, sehingga warga kemudian berkoordinasi dengan Ketua RT setempat.
Ketua RT selanjutnya melaporkan temuan tersebut kepada tim Emergency Response Palangka Raya (ERP) sekitar pukul 21.24 WIB untuk meminta bantuan penanganan di lokasi.
Kepala Bagian Operasional ERP Yustinus Exaudi, membenarkan pihaknya menerima laporan terkait dugaan adanya seorang warga yang meninggal dunia di dalam rumah.
“Begitu menerima laporan dari Ketua RT 04/RW 09, personel Divisi Penyelamatan Jiwa Manusia ERP segera menuju lokasi untuk melakukan koordinasi bersama aparat kepolisian sekaligus mempersiapkan proses evakuasi,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Setibanya di lokasi, petugas bersama unsur kepolisian melakukan pengecekan di dalam rumah. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan seorang pria dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan kondisi jenazah yang telah membusuk.
Untuk memperlancar proses penanganan, evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh personel SPKT Polresta Palangka Raya, SPKT Polsek Pahandut, Emergency Response Palangka Raya, Rescue LazisMU Kalteng, Emergency Fatmawati, Rescue BPK Putra Pahandut, Rescue Damkar Dinas Kehutanan, serta Call Center Siaga 112.
Menurut Exaudi, koordinasi yang baik antarinstansi membuat proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman dan tanpa kendala berarti.
“Seluruh personel bekerja sesuai tugas masing-masing sehingga proses evakuasi berjalan tertib. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa menuju Ruang Kamboja Instalasi Kedokteran Kehakiman (Forensik) RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, ERP hanya bertugas membantu proses penyelamatan dan evakuasi di lapangan. Adapun penyebab pasti meninggalnya korban sepenuhnya menjadi kewenangan tim medis forensik dan penyidik kepolisian.
“Kami belum dapat menyampaikan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan Visum et Repertum (VER) dari dokter forensik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan memberikan kesempatan kepada aparat untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh,” tambahnya. dte/fwa-red











