+Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah, khususnya mereka yang memiliki semangat belajar namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mematangkan pelaksanaan Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera (HBS) agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Senin (29/6).
FGD ini menjadi forum strategis untuk menghimpun berbagai masukan dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan guna menyempurnakan mekanisme pelaksanaan Program Huma Betang Sejahtera sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng Anang Dirjo, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah, khususnya mereka yang memiliki semangat belajar namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera, pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan menempuh pendidikan tinggi hanya karena persoalan biaya,” ujar Anang Dirjo saat membacakan sambutan Gubernur.
Ia menjelaskan, Program Huma Betang Sejahtera dibangun berdasarkan nilai-nilai falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan, persatuan, gotong royong, serta kesetaraan. Karena itu, bantuan biaya kuliah tidak hanya dimaknai sebagai dukungan finansial, tetapi juga sebagai investasi pemerintah dalam mencetak generasi muda yang akan menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan daerah.
“Program HBS bukan sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi pemerintah untuk melahirkan generasi muda Kalimantan Tengah yang unggul, produktif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan FGD menjadi langkah penting dalam menyempurnakan implementasi program melalui berbagai masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan penyempurnaan pelaksanaan program ini, kami berharap mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, menekan angka putus kuliah akibat kendala ekonomi, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalteng Rus’ansyah mengatakan, FGD tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan bidang pendidikan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan Program Huma Betang Sejahtera membutuhkan dukungan seluruh pihak melalui koordinasi dan sinergi yang kuat.
“FGD ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis agar pelaksanaan bantuan biaya kuliah benar-benar efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Rus’ansyah menambahkan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Kalteng akan terus melaksanakan berbagai program bantuan biaya kuliah melalui penguatan koordinasi, sinkronisasi, serta perencanaan pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan perguruan tinggi agar seluruh program bantuan biaya kuliah dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komitmen dan memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan program tersebut.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama, menyelesaikan berbagai tantangan yang ada, serta memberikan kontribusi terbaik demi keberhasilan program yang telah direncanakan,” tutup Rus’ansyah.
FGD Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera dihadiri para rektor, direktur, dan ketua perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Kalteng, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, narasumber, serta peserta dari berbagai instansi terkait. Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng berharap pelaksanaan Program HBS semakin berkualitas sehingga mampu memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul. ldw/ded-red











