+ Investigasi Awal Diduga Korsleting Listrik Kebakaran Gang Sari 45
+ Hanguskan 32 Rumah, Barak dan Madrasah, 43 KK/Ratusan Orang Terdampak dan Sekitar 40 Bangunan Rusak
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hebat yang melanda kawasan Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026) siang, menyisakan duka mendalam bagi puluhan keluarga.
Selain menghanguskan puluhan rumah, peristiwa tersebut juga memaksa ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi sementara sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut.
Sejak pagi hingga siang hari pada Senin (13/7/2026), para korban terlihat memilah sisa material rumah, seperti besi, peralatan rumah tangga, hingga dokumen penting yang masih memungkinkan untuk ditemukan. Sejumlah warga tampak mencari barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari balik puing-puing bangunan yang hangus.
Sebuah posko darurat telah didirikan sebagai pusat pelayanan bagi warga terdampak. Posko tersebut mulai dibangun sejak malam setelah kebakaran terjadi.
Lurah Pahandut Ahmad Reza menungkapkan, pemerintah kelurahan bersama instansi terkait telah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap korban maupun kerusakan akibat kebakaran.
“Untuk kebakaran yang terjadi di Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, kami sudah melakukan pendataan secara menyeluruh. Saat ini tercatat sekitar 43 kepala keluarga atau sekitar 128 jiwa yang terdampak,” ungkapnya.
Selain jumlah korban, pendataan juga mencakup bangunan yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 40 bangunan yang terdampak, baik rusak berat maupun ringan.
Ia menerangkan, kebakaran melanda tiga wilayah rukun tetangga, yakni RT 1 RW 10, RT 2 RW 10, dan RT 3 RW 9 di Kelurahan Pahandut. Kerusakan terparah berada di RT.01 sebanyak 20 rumah, 1 barak 3 pintu dan 1 madrasah, RT 02 rumah rusak ringan 4 rumah dan RT 03 rumah rusak berat 12 rumah dan rusak ringan 2 rumah. Jadi total yang terbakar rumah rusak berat 32 rumah, 1 barak 3 pintu dan 1 madrasah dan rusak ringan 6 rumah.
Menurut Lurah, sejak sore hari setelah kejadian, berbagai unsur pemerintah langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Mulai dari pendataan korban, bantuan makanan dari Dinas Sosial, bantuan matras dan terpal dari BPBD Provinsi dan Kota, layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan, hingga BPBD Kota yang juga akan mendirikan posko.
Meski sebagian warga memilih mengungsi di rumah keluarga, ia berharap seluruh korban dapat memanfaatkan posko yang telah disediakan. Dengan demikian proses pendataan, koordinasi, distribusi bantuan, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
“Untuk sementara memang ada warga yang memilih mengungsi di rumah keluarga atau kerabatnya. Namun, kami mengharapkan seluruh warga terdampak dapat berkumpul di posko yang telah disiapkan agar komunikasi, pendataan, serta penyaluran bantuan dan informasi dari pemerintah dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terkoordinasi,” tutup Reza.
Hingga saat ini pemerintah masih terus melakukan pendataan lanjutan terhadap kerusakan maupun kebutuhan para korban, sementara bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut.
Diduga Korsleting Listrik
Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026), diduga dipicu hubungan arus pendek (korsleting) listrik pada sambungan pompa air di salah satu rumah warga.
Dugaan tersebut merupakan hasil investigasi awal Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya berdasarkan pemeriksaan lokasi kejadian dan keterangan sejumlah saksi pada Senin (13/7/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi pada siang hari itu menghanguskan puluhan bangunan di tiga rukun tetangga (RT). Selain rumah warga, kobaran api juga melalap sebuah barak tiga pintu dan satu bangunan madrasah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran bermula dari rumah milik Zakiah. Saat kejadian, ia sedang beristirahat siang sambil menidurkan bayi berusia enam bulan. Sementara anaknya yang masih duduk di bangku kelas I SD sedang bermain di sekitar gang. Zakiah terbangun mendengar teriakan anaknya yang panik melihat api muncul dari dapur rumah.
Ia segera berlari menuju sumber api untuk memastikan kondisi tersebut. Namun ketika tiba di bagian belakang rumah, api sudah membesar dan melalap area dapur sehingga sulit dikendalikan. Dalam kondisi panik, Zakiah langsung menggendong bayi yang masih berada di dalam rumah, kemudian bersama anak sulungnya berusaha menyelamatkan diri keluar rumah sambil meminta pertolongan warga sekitar.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit mengatakan, hasil investigasi awal menunjukkan sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek pada sambungan listrik pompa air yang berada di bagian belakang rumah.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan lokasi serta evaluasi terhadap bukti yang tersedia, penyebab utama kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek pada sambungan listrik pompa air di bagian belakang rumah. Kabel stop kontak yang digunakan merupakan kabel serabut, sementara berdasarkan keterangan saksi daya listrik rumah tersebut berkapasitas 2.200 watt,” ujarnya.
Kondisi permukiman yang sangat padat dengan jarak antarrumah yang hampir tidak ada, menyebabkan api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas bersama relawan.
Hasil pendataan sementara menunjukkan luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 3.078 meter persegi. Secara keseluruhan, kebakaran tersebut mengakibatkan 32 rumah mengalami kerusakan berat, satu barak tiga pintu dan satu bangunan madrasah terbakar, serta enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun estimasi kerugian material ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Meski hasil investigasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran, penyebab pasti peristiwa tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian. dte/fwa-red











