-
PEMKAB KAPUAS

Kepala Bapenda Yaya: Pajak Urat Nadi Pembangunan Daerah

126
×

Kepala Bapenda Yaya: Pajak Urat Nadi Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
TAAT PAJAK- Kepala Bapenda Kabupaten Kapuas, Yaya, menyampaikan sambutan pada kegiatan Panutan Pajak 2026. TABENGAN/ABDUL KHAIR
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan salah satu urat nadi pembangunan daerah sekaligus penggerak utama pelaksanaan otonomi daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kapuas, Yaya, saat membuka kegiatan Panutan Pajak Tahun 2026 yang dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Usis I Sangkai, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para wajib pajak di halaman Kantor Bapenda setempat.

Yaya mengatakan, penerimaan pajak menjadi sumber pembiayaan berbagai program pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan berbagai fasilitas publik yang dapat dinikmati masyarakat Kabupaten Kapuas.

“Kesadaran membayar pajak merupakan cerminan kecintaan kita kepada daerah sendiri,” ujarnya.

Menurut Yaya, kebutuhan pembangunan daerah terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak, menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Pendapatan pajak yang besar harus kita raih bersama melalui semangat kolaborasi, tanggung jawab, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan Panutan Pajak memiliki makna strategis sebagai upaya membangun budaya taat pajak. Panutan berarti contoh dan teladan, sehingga seluruh pimpinan daerah, aparatur sipil negara (ASN), anggota DPRD, TNI/Polri, BUMN, BUMD, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat diharapkan menjadi pelopor dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Bagaimana masyarakat akan taat membayar pajak jika para pemimpinnya tidak memberikan contoh terlebih dahulu,” tegasnya.

Yaya juga menyampaikan apresiasi kepada para wajib pajak yang selama ini menunjukkan kepatuhan dan kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi Bapenda untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Bagi wajib pajak yang masih memiliki tunggakan, lanjutnya, Bapenda memberikan berbagai kemudahan, termasuk pembayaran pajak melalui telepon genggam berbasis Android menggunakan layanan Bank Kalteng maupun kanal pembayaran resmi lainnya.

Selain itu, Bapenda akan terus menjalankan program jemput bola dengan turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan wajib pajak sekaligus memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.

Yaya berharap kegiatan Panutan Pajak Tahun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak di Kabupaten Kapuas.

“Dengan kekuatan pajak, mari kita wujudkan Kabupaten Kapuas yang lebih maju, mandiri, sejahtera, dan bersinar,” pungkasnya.hr/gie-red

-
-
-