-
Hukrim

Korsleting Listrik, Rumah di Sri Rezeki II Ludes Terbakar

148
×

Korsleting Listrik, Rumah di Sri Rezeki II Ludes Terbakar

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN-Tim gabungan damkar berjibaku memadamkan api yang melalap rumah tipe 36 di Perumahan Sri Rezeki II, Kelurahan Kereng Bangkirai, Jumat (24/7/2026) malam. FOTO TABENGAN/ADE
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebuah rumah tipe 36 di Komplek Perumahan Sri Rezeki II, Jalan Sri Rezeki II, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, ludes dilalap api pada Jumat (24/7/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik setelah kawasan tersebut sempat mengalami pemadaman listrik bergilir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua Pembina BPK Kamboja Palangka Raya Sucipto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.50 WIB dari seorang warga bernama Sutaryo, pensiunan PLN yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Laporan disampaikan langsung oleh Bapak Sutaryo yang lokasinya sangat dekat dengan tempat kejadian. Beliau juga mengirimkan visual kondisi kebakaran sehingga informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Tim langsung bergerak menuju lokasi,” ujar Sucipto.

Sekitar 10 menit kemudian, tim gabungan yang terdiri atas BPK Kamboja, sejumlah relawan pemadam kebakaran, BPBD, unsur penanggulangan karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, PLN, TNI, Polri, dan masyarakat setempat tiba di lokasi.

Saat petugas datang, kobaran api sudah membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan. Prioritas pemadaman saat itu difokuskan agar api tidak merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

“Respons cepat seluruh unsur membuat api tidak sempat menjalar ke rumah di sebelah kiri, kanan maupun belakang lokasi. Alhamdulillah hanya satu unit rumah yang terdampak,” katanya.

Sucipto mengungkapkan, proses pemadaman sempat terkendala minimnya sumber air. Namun berkat koordinasi seluruh personel di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian.

“Kesulitannya hanya pada ketersediaan sumber air. Akses menuju lokasi cukup baik sehingga mobil pemadam bisa masuk dengan lancar. Setelah sekitar 30 menit, api berhasil dipadamkan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi warga, rumah tersebut sehari-hari ditempati seorang anak laki-laki, sedangkan kedua orang tuanya sedang berada di kampung. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada penghuni yang dapat memberikan keterangan di lokasi.

Penghuni rumah, Erlangga (22), mengaku baru mengetahui rumahnya terbakar sekitar pukul 23.30 WIB setelah melihat siaran langsung kejadian di media sosial.

“Rumah dalam keadaan kosong. Saya baru tahu setelah melihat siaran langsung di media sosial,” ujarnya.

Erlangga juga mengungkapkan bahwa sebelum rumah ditinggalkan sekitar pukul 19.00 WIB, kawasan tersebut sempat mengalami pemadaman listrik bergilir. Saat itu, sejumlah peralatan elektronik masih terhubung dengan terminal dan instalasi listrik.

Sementara itu, Tim Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa abu arang dan lilitan kabel yang terbakar untuk kepentingan penyelidikan. mak/fwa-red

 

-
-
-