
Gedung Biro Kesra Kantor Gubernur Kalteng Terbakar. FOTO ISTIMEWA
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi kebakaran gedung perkantoran. Hal itu disampaikan menyusul kebakaran yang terjadi di gedung Biro Kesra Kantor Gubernur Kalteng yang terjadi pada pukul 02.10 WIB, Rabu (12/8).
Agustiar mengatakan, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, aspek keselamatan dan sistem proteksi kebakaran di setiap gedung perkantoran perlu dipastikan sejak awal.
“Benar-benar jadi pembelajaran kita. Salah satunya persoalan ini. Karena semua kantor harus menempatkan dan menyiapkan seperti ini, harus diantisipasi sebelumnya,” kata Agustiar.
Ia menegaskan, langkah antisipasi tidak boleh dilakukan setelah terjadi kebakaran. Sistem pengamanan dan perlengkapan penanggulangan kebakaran harus dipastikan berfungsi dan siap digunakan.
“Harus dihidupkan dulu seharusnya, sebelum-sebelumnya. Ada kejadian kebakaran kita tahu, kebakaran kan, Tapi mending harus kita jaga dulu, antisipasi,” ujarnya.
Agustiar juga mengungkapkan pentingnya kesiapan sarana pemadam kebakaran, termasuk hidran dan sumber air. Hal tersebut menjadi perhatian karena petugas sempat mengalami kendala dalam mendapatkan sumber air ketika melakukan pemadaman.
Terkait keberadaan hidran, Agustiar memastikan pemerintah daerah akan melakukan pembenahan dan meningkatkan sistem proteksi kebakaran di lingkungan perkantoran.
“Ini pasti berjalan. Ini salah satu yang harus kita antisipasi,” tegasnya.
Sementara itu, terkait pelayanan masyarakat yang terdampak akibat kebakaran, Agustiar memastikan aktivitas pemerintahan tidak boleh berhenti. Pemerintah akan menyiapkan tempat sementara bagi biro atau unit kerja yang ruangannya terdampak kebakaran.
“Ya, pasti beralih tempat. Sementara,” kata Agustiar.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan meskipun gedung atau ruangan yang selama ini digunakan mengalami kerusakan. Pemindahan sementara menjadi solusi agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.
“Pasti berjalanlah. Masa bakal tidur saja,” ujarnya.
Agustiar menambahkan, perbaikan terhadap gedung yang terdampak akan terus dilakukan. Pemerintah daerah akan melihat kondisi bangunan secara menyeluruh untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Saat ditanya mengenai adanya dugaan kelalaian yang menyebabkan kebakaran, Agustiar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan belum dapat menyimpulkan penyebab secara pasti.
“Ya, kami kan ini belum tahu, ya kan, salah satunya buktinya itu. Harusnya diantisipasi dulu,” jelasnya.
Ia menekankan, kejadian tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh perangkat daerah agar lebih serius dalam memastikan keamanan gedung, terutama fasilitas yang digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Evaluasi nantinya tidak hanya menyangkut kondisi bangunan, tetapi juga kesiapan sarana dan prasarana keselamatan, termasuk sistem hidran, sumber air, serta perangkat pendukung pemadaman kebakaran.
Gubernur berharap peristiwa tersebut menjadi momentum bagi seluruh OPD untuk memperkuat langkah pencegahan dan memastikan seluruh fasilitas keselamatan dapat digunakan sewaktu-waktu.
“Benar-benar jadi pembelajaran kita. Mending kita jaga dulu, antisipasi,” pungkasnya.ldw/ded-red











