-
Spirit Kalteng

645 Hotspot Kepung Kalteng

213
×

645 Hotspot Kepung Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kepala BP-BPK Kalteng Ahmad Toyib
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Hingga 11 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 645 hotspot tersebar di wilayah Kalteng.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Kehutanan, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), serta relawan.

Tim gabungan melakukan berbagai upaya, mulai dari pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, patroli darat hingga pemantauan melalui jalur udara. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas, khususnya ke permukiman dan kawasan yang memiliki potensi terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, penanganan terus dimaksimalkan meski petugas menghadapi kondisi medan yang sulit serta keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi.

“Penanganan karhutla terus kami maksimalkan bersama seluruh unsur Satgas. Prioritas kami adalah mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun wilayah yang memiliki potensi terdampak lebih besar,” ujarnya.

Di Kota Palangka Raya, penanganan masih berlangsung di wilayah Jekan Raya dan Bukit Tunggal. Karhutla di Jalan Tegal Sari tercatat mencapai sekitar 4,29 hektare, dengan 0,92 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Sementara kebakaran di Jalan Gurame dan Jalan Rungan, Bukit Tunggal, dengan luas total sekitar 0,58 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran di Baamang Hulu seluas sekitar 28 hektare dan Jalan Tjilik Riwut Km 7 sekitar 15 hektare masih dalam penanganan. Petugas menghadapi kendala keterbatasan sumber air.

Sedangkan di Kabupaten Barito Utara, dua titik karhutla di Desa Trahean telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran sekitar empat hektare di Desa Trinsing masih dalam proses penanganan.

Penanganan juga dilakukan di Barito Selatan, Kapuas, Katingan, dan Pulang Pisau. Di Barito Selatan, sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan, tetapi kebakaran sekitar 10 hektare di Desa Kalahien masih ditangani.

Di Kapuas dan Katingan, beberapa titik masih dalam proses pemadaman karena kendala akses dan kondisi medan. Sementara karhutla di kawasan gambut Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, juga belum sepenuhnya padam.

Untuk memperkuat penanganan, operasi udara terus dilakukan. Satgas melakukan pemantauan terhadap 514 hotspot dan patroli di 125 titik. Waterbombing dilaksanakan di Sebangau Kuala dan Petuk Katimpun.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan di Kotawaringin Timur dengan penyemaian 1.000 kilogram garam untuk mendukung upaya pemadaman.

Berdasarkan data BMKG, dari 645 hotspot yang terdeteksi, konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 189 titik dan Kabupaten Kapuas 114 titik.

Pergerakan asap terpantau ke arah barat laut. Kondisi berkabut asap mulai terjadi di Buntok dan Muara Teweh dengan jarak pandang sekitar 5–7 kilometer.

Sementara itu, Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit masih relatif cerah dengan jarak pandang sekitar 9–10 kilometer.

Dari sisi kualitas udara, Katingan dan Barito Selatan berada dalam kategori Tidak Sehat. Enam wilayah lainnya masuk kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif. Kotawaringin Barat masih berada pada kategori Baik dengan ISPU 21.

BPBD melalui Pusdalops-PB juga terus melakukan konsolidasi dan verifikasi data kejadian karhutla dari seluruh kabupaten/kota. Dalam periode 10–11 Agustus 2026 tercatat 55 kejadian karhutla dengan luas mencapai 99,481 hektare. Sementara pembaruan data pada 11 Agustus mencatat 43 kejadian di tujuh wilayah dan masih terus diperbarui berdasarkan laporan serta verifikasi lapangan.

Pemantauan digital juga diperkuat melalui 28 kamera yang ditempatkan di 12 titik pada empat kabupaten. Hingga pukul 13.00 WIB, terpantau tiga kepulan asap di wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Ahmad Toyib mengimbau masyarakat turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang masih relatif kering.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya,” katanya.

Pemerintah bersama seluruh unsur Satgas Karhutla akan terus meningkatkan patroli, pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, serta pemantauan sesuai kondisi lapangan dan perkembangan cuaca. ldw/ded-red

 

-
-
-