-
Hukrim

Hari Kedua Pencarian, Jenazah Anak Tenggelam di Bawah Jembatan Kahayan Ditemukan

31
×

Hari Kedua Pencarian, Jenazah Anak Tenggelam di Bawah Jembatan Kahayan Ditemukan

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI-Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi jenazah ADN (11) yang ditemukan sekitar 30 meter dari TKP di DAS Kahayan pada Minggu (8/11/2026) sore. FOTO ISTIMEWA 
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah dua hari dilakukan pencarian, korban yang dilaporkan tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, tepatnya di bawah Jembatan Kahayan, Kota Palangka Raya, akhirnya ditemukan pada Minggu (8/11/2026) sore.

Korban berinisial ADN (11) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB. Saat ditemukan, tubuh korban muncul ke permukaan air sekitar 30 meter dari titik kejadian, ke arah hilir sungai.

Koordinator Lapangan Tim Gabungan SAR, Jurmiah, mengatakan, setelah korban terlihat muncul ke permukaan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah korban muncul ke permukaan, sekitar 30 meter dari lokasi kejadian ke arah hilir. Setelah itu, tim gabungan langsung menuju ke arah korban untuk dilakukan evakuasi,” katanya saat diwawancarai wartawan.

Proses evakuasi turut melibatkan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kota Palangka Raya, Polsek Pahandut, Koramil, relawan dan masyarakat serta orang tua korban yang ikut mendampingi .

Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Jalan Katingan.

Jurmiah mengungkapkan, saat ditemukan kondisi tubuh korban masih utuh, meskipun terdapat sedikit lumpur. Sementara terkait ada atau tidaknya luka pada tubuh korban, pihaknya belum dapat memastikan karena jenazah langsung dimasukkan ke kantong jenazah untuk proses selanjutnya.

“Alhamdulillah, kondisi korban masih utuh, memang ada tecampur lumpur sedikit, tetapi korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pencarian selama dua hari menghadapi kendala berupa keterbatasan jarak pandang di dalam air. Kondisi air Sungai Kahayan yang keruh membuat visibilitas tim penyelam sangat terbatas.

“Untuk kendala, visibilitasnya saja nol karena airnya keruh,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, Jurmiah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di perairan, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang. Penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung juga sangat dianjurkan.

Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, termasuk mengetahui keberadaan dan aktivitas mereka ketika bermain di luar rumah.

Selain itu, ia menyarankan agar anak-anak dibekali kemampuan berenang sejak dini. Menurutnya, kemampuan tersebut penting sebagai salah satu upaya menyelamatkan diri ketika menghadapi kondisi darurat di air.

“Orang tua harus lebih hati-hati dan mengawasi anak-anaknya. Ketika anak pergi bermain ke mana, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu agar orang tua mengetahui keberadaannya,” pungkasnya. dte

 

-
-
-