-
Hukrim

Sudah 859,490 Hektare Terbakar, Kobar Perpanjang Darurat Karhutla

186
×

Sudah 859,490 Hektare Terbakar, Kobar Perpanjang Darurat Karhutla

Sebarkan artikel ini
Ket foto : Bupati Kobar Meninjau Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan dapur umum di kantor BPBD Kobar. 
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID  –  Makin meluasnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, pemerintah daerah pun memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla hingga 4 September 2026. Dimana saat ini lahan terbakar mencapai 859,490 hektare.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, saat meninjau Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Karhutla di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati, Suyanto, Sekda Kobar, Rody Iskandar.

Bupati menyampaikan peningkatan kejadian karhutla di bulan Agustus ini mencapai 189 kejadian, dengan jumlah titik panas mencapai 461, meluasnya kejadian karhutla akibat cuaca panas ektream belum mereda.

“Untuk wilayah Kalimantan Tengah ini, Kobar menduduki peringkat kedua untuk luasan Karhutla, hal ini menjadi perhatian seluruh Tim Satgas agar lebih waspada dan cepat merespon laporan kejadian, dan untuk status tanggap darurat bencana karhutla akan di perpanjang mulai tanggal 21 Agustus hingga 4 September, perpanjangan untuk memaksimalkan penanganan di lapangan,” ujar Bupati Kobar Hj Nurhidayah, Selasa (18 /8 /2026).

Dimana lanjut Bupati, perpanjangan status tanggap darurat bencana karhutla telah disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah untuk ditanda tangani.

Lanjut Bupati,  peninjauan ke Posko Induk ini dalam rangka memastikan kesiapan dari Tim Satgas Karhutla, termasuk juga meninjau sarana prasarana yany tersedia, dan kesiapan dapur umum.

“Ibu tadi sudah sampaikan agar Posko ini diaktifkan selama 24 jam dan petugas yang berjaga harus bergantian, termasuk juga untuk tim kesehatan dan dapur umum harus siap selama 24 jam, untuk tim kesehatan agar menyiapkan masker dan oxygen,” ujar Bupati.

Bupati mengakui, saat ini dalam penanganan karhutla terkendala dengan sumber air, dan personil, mengingat jumlah kejadian terus meningkat sehingga personil terbagi.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya MPA (Masyarakat Peduli Api) yang telah terbentuk disetiap desa sangat membantu dalam penanganan karhutla,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan agar Tim Satgas bekerja satu komando dan tidak terpecah belah, agar penanganan dilapangan lebih maksimal. Di harapkan juga agar tim dapat menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.

“Ibu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah, karena saat ini akibat panas ektream, bukan lahan saja yang terbakar, pemukiman pun bisa terbakar apabila masyarakat tidak berhati hati,” ujar Bupati Kobar Hj Nurhidayah. (yulia /jsi-red)

 

-
-
-