PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng menggelar kegiatan gerakan pangan murah dan pemeriksaan kesehatan gratis, di lapangan Kantor Bupati Kotawaringin Barat, Jumat (28 /8/2026).
Pada kegiatan gerakan pangan murah, bahan pokok yang dijual mendapatkan diskon sebesar 50 persen, yang awalnya hanya 30 persen, tetapi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meminta kepada petugas untuk diskon 50 persen.
Kegiatan gerakan pangan murah ini juga dibuka untuk umum, yang awalnya hanya untuk ASN golongan I dan II serta PPPK maupun tenaga kontrak, karena antusias masyarakat begitu tinggi untuk membeli bahan pokok yang dijual, maka masyarakat umum pun diperbolehkan membeli. Namun, karena stoknya terbatas sehingga petugas harus membatasi pembelian.
“Gerakan pangan murah ini merupakan bukti nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas kebutuhan masyarakat. Gerakan ini juga dalam upaya menekan inflasi. Dengan adanya gerakan pangan murah ini diharapkan daya beli masyarakat meningkat, dan saya minta semua bahan pokok yang dijual semuanya didiskon 50 persen,” kata Gubernur Agustiar Sabran, saat membuka kegiatan pasar murah usai melaksanakan Salat Istisqa.
Usai mendengar pernyataan Gubernur perihal diskon 50 persen, masyarakat yang hadir pun langsung menyerbu meja-meja yang menyediakan bahan pokok, seperti gula pasir dijual dengan harga Rp10.000/kg, minyak goreng Rp10.000/liter, telur Rp40.000/rak isi 30 butir, bawang merah Rp30.000/kg, bawang putih Rp35.000/kg, sayur mayur, beras jenis premium Rp59.000/5 kg dan beras SPHP Rp58.000/5 kg.
Bahkan di gerakan pangan murah juga dijual gas isi ulang ukuran 3 kg dengan harga Rp 23.000/tabung. Selain itu, pada gerakan pangan murah juga menyediakan ikan segar, ayam beku, yang semuanya dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur pun mengimbau kepada masyarakat yang hadir untuk membantu pemerintah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dengan cara tidak melakukan pembakaran pada saat musim kemarau ekstrem seperti saat ini.
“Tim Satgas Karhutla saat ini masih berjuang mati-matian agar karhutla tidak meluas. Jangan sampai muncul kabut asap, ini sangat mengganggu aktivitas kita semua. Bukan saja kesehatan yang terganggu, perekonomian pun akan hancur jika kabut asap sudah parah. Saat ini pemerintah provinsi telah menyediakan rumah oksigen, fasilitas ini bisa digunakan oleh masyarakat apabila mengalami gangguan pernapasan akibat asap karhutla,” ujar Gubernur Agustiar. yulia/jsi-red











