-
PEMPROV KALTENG

Jepang Kirim Bantuan Tangani Karhutla Kalteng? Wagub: Belum Ada Info Resmi

255
×

Jepang Kirim Bantuan Tangani Karhutla Kalteng? Wagub: Belum Ada Info Resmi

Sebarkan artikel ini
BELUM ADA INFO-Wagub Kalteng membagikan minuman dan logistik kepada para petugas Karhutla baru-baru ini.FOTO MMC KALTENG
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi mendapat dukungan tambahan dari Jepang. Kabar mengenai rencana perbantuan personel dari Negeri Sakura tersebut kini tengah dikoordinasikan bersama pemerintah pusat.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan, pihaknya hingga kini belum memperoleh informasi resmi mengenai bentuk maupun jumlah personel Jepang yang akan diperbantukan untuk penanganan karhutla di Kalteng.

“Belum dapat (informasinya), mungkin. Makanya besok itu ada (rapat) dari BNPB,” kata Edy saat dikonfirmasi mengenai kabar bantuan personel dari Jepang, di Palangka Raya, Senin (31/8/2026).

Edy mengatakan, kepastian terkait perbantuan tersebut diharapkan dapat diketahui melalui rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah Provinsi Kalteng masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai dukungan yang akan diberikan, termasuk apakah bantuan tersebut berupa personel, keahlian teknis, maupun dukungan lainnya.

“Besok akan ada rapat di sini,” ujarnya.

Kabar mengenai bantuan dari Jepang tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan internasional yang berpotensi memperkuat penanganan karhutla di Kalteng. Terlebih, kondisi kebakaran di sejumlah wilayah masih membutuhkan penanganan secara intensif, terutama pada kawasan dengan karakteristik lahan gambut.

Selain menunggu dukungan dari Jepang, pemerintah juga telah menerima sejumlah bantuan dari pemerintah pusat untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.

Edy menyebut sejumlah bantuan mulai berdatangan ke Kalteng. Bantuan tersebut berupa kendaraan dan peralatan pendukung pemadaman yang nantinya digunakan untuk memperkuat petugas di lapangan.

“Sekarang akan mempermudah lagi, karena (bantuan) juga datang,” katanya.

Selain itu, bantuan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) juga disebut telah tersedia dalam jumlah cukup besar. Edy memperkirakan jumlah kendaraan Damkar yang diperbantukan mencapai hampir 100 unit, di luar berbagai perlengkapan pendukung seperti selang dan peralatan lainnya.

“Damkar kalau tidak salah hampir 100 unit, belum selang dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurut Edy, tambahan personel dan peralatan sangat dibutuhkan karena penanganan karhutla, khususnya di lahan gambut, memiliki tantangan tersendiri. Api yang muncul di kawasan gambut tidak selalu terlihat di permukaan dan dapat menjalar ke bagian dalam tanah.

“Kita ini kan mengatasi sebagian kebakaran hutan dan lahan ini berada di lahan gambut. Jadi proses lahan gambut pemadamannya itu membutuhkan waktu yang cukup sampai dengan lokasi yang terdalam,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan strategi dan peralatan khusus. Petugas tidak hanya dituntut memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan bara api di dalam lapisan gambut benar-benar padam agar tidak kembali muncul.

Untuk mendukung penanganan di kawasan gambut, pemerintah juga mulai melaksanakan pembangunan sumur bor. Bantuan dari pemerintah pusat, termasuk dukungan Presiden, diarahkan untuk memperkuat ketersediaan sumber air di lokasi yang menjadi sasaran penanganan karhutla.

“Bantuan Pak Presiden itu untuk membangun sumur bor sudah mulai dilaksanakan,” kata Edy.

Dengan adanya tambahan peralatan, dukungan pemerintah pusat, serta kemungkinan perbantuan personel dari Jepang, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalteng dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Namun, terkait kabar bantuan personel Jepang, Pemprov Kalteng masih menunggu hasil koordinasi bersama BNPB. Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jumlah personel maupun waktu kedatangan mereka ke Kalteng.

Pemerintah memastikan seluruh dukungan yang masuk akan dikoordinasikan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam menghadapi karhutla, terutama selama kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Kalteng. ldw/ded-red

 

-
-
-