-
PEMPROV KALTENG

Dua Pelajar Kalteng Melaju ke Ajang Nasional Pelopor Keselamatan LLAJ 2026

147
×

Dua Pelajar Kalteng Melaju ke Ajang Nasional Pelopor Keselamatan LLAJ 2026

Sebarkan artikel ini
Foto : Dua pelajar asal Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan lolos sebagai perwakilan provinsi pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Nasional Tahun 2026. Kedua pelajar tersebut yakni Rasya Alika Farshi, murid SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Ribka Bawin Hatalisinta Lumamba, murid SMA Negeri 1 Basarang, Kabupaten Kapuas. MMC Kalteng.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dua pelajar asal Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan lolos sebagai perwakilan provinsi pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Kedua pelajar tersebut yakni Rasya Alika Farshi, murid SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Ribka Bawin Hatalisinta Lumamba, murid SMA Negeri 1 Basarang, Kabupaten Kapuas. Keduanya akan membawa nama Kalimantan Tengah dalam ajang tingkat nasional yang menjadi wadah pembentukan generasi muda peduli keselamatan berlalu lintas.

Kepastian tersebut tertuang dalam surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 553/94/LLJ/IX/2026 tertanggal 4 September 2026 tentang pemanggilan peserta Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional Tahun 2026.

Rasya dan Ribka sebelumnya harus melewati rangkaian seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Proses tersebut tidak hanya menguji pengetahuan peserta mengenai lalu lintas dan keselamatan jalan, tetapi juga kemampuan komunikasi, pemahaman terhadap perilaku berlalu lintas, serta kesiapan menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Bagi Rasya Alika Farshi, keberhasilan melaju ke tingkat nasional menjadi pencapaian tersendiri setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang. Siswi SMA Negeri 1 Pangkalan Bun tersebut sebelumnya berhasil meraih Juara I Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.

Rasya terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat sebelum kemudian bersaing di tingkat provinsi. Prestasi tersebut mengantarkannya menjadi salah satu wakil Kalteng untuk mengikuti tahapan nasional.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama daerah dengan sebaik-baiknya,” kata Rasya.

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar. Karena itu, edukasi mengenai keselamatan di jalan perlu terus dilakukan dengan pendekatan yang mudah diterima generasi muda.

“Saya berharap bisa memberikan kontribusi dalam mengajak teman-teman sebaya untuk lebih sadar dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Hal-hal sederhana seperti menggunakan helm, mematuhi rambu, tidak menggunakan telepon saat berkendara, dan tertib di jalan harus menjadi kebiasaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ribka Bawin Hatalisinta Lumamba dari SMA Negeri 1 Basarang, Kabupaten Kapuas, juga berhasil mengamankan posisi sebagai salah satu perwakilan Kalimantan Tengah pada ajang nasional tersebut.

Keberhasilan Ribka melengkapi kiprah Kalteng dengan mengirimkan dua pelajar dalam ajang nasional. Kehadiran keduanya diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah masing-masing, tetapi juga membawa semangat Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Barat ke tingkat nasional.

“Saya merasa senang dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menjadi perwakilan Kalimantan Tengah. Bagi saya, ini bukan hanya tentang mengikuti lomba, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan menyampaikan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda,” kata Ribka.

Ia menilai pelajar memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Menurutnya, perubahan perilaku di jalan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan kemudian ditularkan kepada keluarga maupun masyarakat.

“Kami sebagai pelajar bisa menjadi contoh bagi teman-teman. Saya ingin mengajak pelajar lainnya untuk lebih disiplin dan memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ sendiri tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari pelajar berprestasi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan bagi generasi muda agar memiliki pengetahuan serta kepedulian terhadap keselamatan transportasi dan lalu lintas.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan keselamatan secara efektif kepada teman sebaya. Mereka juga dibekali kemampuan komunikasi dan pemahaman mengenai berbagai persoalan keselamatan berlalu lintas yang dihadapi masyarakat.

Pada tingkat nasional, Rasya dan Ribka dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan pada 14–17 September 2026 di PPSDMAP Sempak Bogor dan Kantor Kementerian Perhubungan.

Sejumlah materi dan agenda telah disiapkan bagi para peserta. Di antaranya manajemen kampanye keselamatan, perilaku pelajar berkeselamatan di jalan, public speaking, keselamatan berkendara, motivasi, serta pengembangan diri.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kemampuan para peserta, khususnya dalam menyampaikan kampanye keselamatan berlalu lintas secara kreatif dan efektif.

Bagi Rasya dan Ribka, kesempatan tampil di tingkat nasional juga menjadi pengalaman untuk berinteraksi dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Selain membawa nama sekolah dan kabupaten masing-masing, keduanya memiliki tanggung jawab untuk mengharumkan nama Kalimantan Tengah.

“Kami tentu ingin memberikan yang terbaik untuk Kalimantan Tengah. Apa pun hasilnya nanti, kami akan berusaha mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, belajar sebanyak mungkin, dan membawa pengalaman tersebut kembali ke daerah,” kata Rasya.

Senada, Ribka berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti ajang nasional dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan nasional ini, saya bisa membawa ilmu dan pengalaman yang didapat untuk dibagikan kepada teman-teman di sekolah dan lingkungan sekitar. Semoga semakin banyak pelajar yang sadar bahwa keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

Perjalanan Rasya dan Ribka menuju tingkat nasional menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat lebih tinggi. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk berperan aktif dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.

Dua pelajar dari dua sekolah tersebut kini bersiap membawa satu misi yang sama, yakni mengharumkan nama Kalimantan Tengah sekaligus menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di sekolah maupun di tengah masyarakat.(Ldw).

 

-
-
-