-
Spirit Kalteng

Hujan Guyur Palangka Raya, Wawalikota Bantah Ada Bantuan Malaysia

221
×

Hujan Guyur Palangka Raya, Wawalikota Bantah Ada Bantuan Malaysia

Sebarkan artikel ini
FOTO : Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini./Anita Widyaningsih
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Guyuran hujan mulai membasahi sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang diperparah dengan kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan yang turun, salah satunya terpantau di kawasan Jalan Jati, menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah menangani karhutla. Meski demikian, hujan belum turun secara merata sehingga sejumlah wilayah masih berada dalam kondisi panas dan kering.

Turunnya hujan tersebut terjadi bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pemerintah. Kondisi ini kemudian memunculkan beragam spekulasi di media sosial, termasuk kabar yang menyebut adanya bantuan dari Malaysia dalam pelaksanaan OMC di wilayah Kalimantan.

Kabar tersebut dikaitkan dengan kondisi asap karhutla yang disebut turut berdampak hingga ke negara tetangga. Namun, informasi mengenai keterlibatan Malaysia itu belum dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang diikuti Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, bersama Pemerintah Pusat, Senin (7/9).

Zaini mengungkapkan, dalam rapat tersebut Menteri Kehutanan maupun Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak menyampaikan adanya bantuan dari Malaysia untuk mendukung pelaksanaan OMC.

“Tadi tidak dibahas ya oleh Pak Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB,” kata Zaini.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan OMC di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan, merupakan bagian dari upaya pemerintah yang dilakukan melalui BNPB.

“Yang jelas OMC ini dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini BNPB. Ini dilakukan di beberapa kawasan, termasuk di Kalimantan,” ujarnya.

Mengenai isu bantuan Malaysia yang beredar di media sosial, Zaini kembali memastikan bahwa informasi tersebut tidak menjadi bagian dari pembahasan dalam rapat koordinasi.

“Tadi tidak disinggung bantuan dari Malaysia untuk OMC ini,” tegasnya.

Di sisi lain, munculnya hujan di sejumlah kawasan Palangka Raya disebut berkaitan dengan pelaksanaan OMC yang dikoordinasikan BNPB. Pemerintah berharap upaya tersebut dapat membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah yang tengah menghadapi kondisi kering dan ancaman karhutla.

“Ya, itu hasil OMC yang dilakukan, yang dikoordinir melalui BNPB,” jelas Zaini.

Namun, hujan yang turun saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan seluruh wilayah Palangka Raya. Guyuran hujan masih bersifat lokal, sedangkan beberapa kawasan lainnya masih menghadapi suhu panas dan kondisi kering.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan OMC tidak serta-merta membuat hujan turun secara merata. Keberhasilan upaya tersebut tetap dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama ketersediaan awan yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi hujan.

Di tengah karhutla yang masih menjadi perhatian, pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah penanganan. OMC menjadi salah satu strategi untuk membantu menghadirkan hujan sekaligus mengurangi kondisi kering yang dapat memperburuk potensi kebakaran. nws/fwa-red

 

-
-
-