PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kotawaringin Barat, mengusir keberadaan satwa yang di lindungi seperti orangutan, lebih mirisnya lagi, orangutan yang terjebak karhutla tersebut hanya bisa melindungi diri dan anaknya diatas pohon.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, S. Hut, menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengevakuasi dua orangutan di lahan yang terbakar di desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kedua orangutan tersebut merupakan satwa liar yang di lindungi, dimana keduanya terjebak disebuah lahan yang terbakar pada hari Minggu (13/9/2026), dimana untuk induk orangutan bernama Sari usia 20 tahun, dengan berat badan 38,5 kg, sementara itu untuk anaknya bernama Sara usia antar 1 sampai den 2 bulan, dengan berat bafan 1 kg.
“Usai kami berhasil mengamankan induk dan anak orangutan tersebut, keduanya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Handi Nasoka, Jumat (18/9/2026).
Adapun kronologis penyelamatan kedua orangutan tersebut, menurut Handi, Pada tanggal 13 September 2026, tim BKSDA menerima laporan dari Pak Eko mengenai keberadaan satu individu orangutan di kawasan lahan yang terbakar.
Dan setelah berkoordinasi dengan bapak Eko dan di bantu pengamatan oleh Suparto di lokasi team BKSDA SKSDA Wilayah II dan Mitra OFI berangkat untuk melakukan rescue. Kemudi Team tiba di lokasi pukul 14.04 Wib.
Lanjutnya, Setelah tiba di lokasi kemudian tim pun segera melakukan rescue dengan cara melakukan pembiusan.
“Tim pun terkejut, saat di lokasi ternyata orangutan tersebut ternyata betina dan terdapat anakya, Evakuasi berjalan selama kurang lebih 2 jam, di karenakan orangutan yang terbius tersangut di atas pohon dalam kondisi tidur, kemudian salah satu staf BKSD kemudian memanjat pohon untuk membantu agar orangutan terlepas,” ujar Handi Nasoka.
Selanjutnya setelah berhasil dievakuasi dari atas pohon, kemudian dipaku pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan induk dan anaknya. Setelah itu dilakukan pengujian laboratorium dan pemeriksa lebih di OCCQ. (Orangutan Care Center and Quarantine).
Dimana OCCQ merupakan pusat rehabilitasi dan karantina orangutan yang dikelola oleh Orangutan Foundation International (OFI). (yulia /jsi-red)









