-
Spirit Kalteng

Bandara Tjilik Riwut Dikepung Asap Tebal, 34 Penerbangan Batal

276
×

Bandara Tjilik Riwut Dikepung Asap Tebal, 34 Penerbangan Batal

Sebarkan artikel ini
Tamak kondisi bandara Tjilik Riwut, Kamis (17/9/2026) foto istimewa
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Kondisi tersebut menyebabkan terbatasnya jarak pandang bagi penerbang untuk melakukan pendaratan maupun lepas landas.

Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan gangguan operasional penerbangan tersebut disebabkan faktor cuaca berupa kabut asap. Menurutnya, kondisi tersebut bukan akibat kendala fasilitas bandara maupun peralatan navigasi pendaratan.

“Dapat kami sampaikan bahwa gangguan operasional bandara ini terjadi akibat cuaca kabut asap yang memengaruhi jarak pandang kapten penerbang. Untuk melakukan kegiatan pendaratan dan lepas landas dengan baik, dibutuhkan jarak pandang tertentu,” ujar I Made Darmawan kepada Tabengan, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan, pihak pengelola Bandara Tjilik Riwut terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jarak pandang yang berubah mengikuti kondisi kabut asap dan arah angin. Saat ini, jarak pandang di area penerbangan tercatat sekitar 800 meter.

“Jarak pandang yang dianggap aman dan memenuhi standar keselamatan adalah sekitar 1.500 hingga 2.000 meter. Angka 800 meter ini masih sangat jauh dari syarat aman. Kondisi ini juga sangat dipengaruhi oleh arah angin serta volume pekatnya kabut asap yang menyelimuti bandara,” jelasnya.

Terbatasnya jarak pandang tersebut berdampak terhadap jadwal penerbangan sejumlah maskapai. Pada hari sebelumnya, Kamis (17/9/2016) tercatat sebanyak 16 pergerakan penerbangan terdampak, sementara pada Jumat (19/9/2026) terdapat 18 pergerakan penerbangan yang turut terdampak akibat kondisi cuaca. Total 2 hari, 34 penerbangan terhambat kabut asap.

Sejumlah maskapai memilih membatalkan penerbangan, di antaranya Garuda Indonesia dan Super Air Jet. Sementara maskapai lainnya, seperti Lion Air dan Citilink, masih menunggu kemungkinan membaiknya kondisi cuaca sebelum menentukan langkah operasional selanjutnya.

“Beberapa maskapai masih menunggu peluang perbaikan cuaca. Kami berharap kondisi ini segera membaik sehingga aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut bisa kembali normal seperti sediakala,” tambah Made.

Menyikapi kondisi tersebut, manajemen Bandara Tjilik Riwut mengimbau calon penumpang untuk terus memantau perkembangan jadwal penerbangan. Perubahan jadwal dapat terjadi sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi jarak pandang dan faktor cuaca di lapangan.

Penumpang juga diminta mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya penundaan maupun perubahan jadwal penerbangan. Informasi terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi maskapai maupun dengan menghubungi petugas bandara.

Selain terkait keselamatan penerbangan, pihak bandara juga memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat yang berada di tengah kondisi kabut asap. Pengunjung dan calon penumpang diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.

Sebagai bentuk pelayanan dan antisipasi terhadap dampak kesehatan, Bandara Tjilik Riwut juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi penumpang maupun pengunjung.

Fasilitas tersebut antara lain ruangan oksigen yang dapat digunakan bagi pengunjung atau penumpang yang mengalami gangguan pernapasan. Bandara juga menyiagakan layanan ambulans selama jam operasional untuk melakukan rujukan atau evakuasi medis ke rumah sakit terdekat apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, petugas bandara menyediakan masker gratis bagi pengunjung yang membutuhkan. Masyarakat dapat menghubungi petugas di lapangan untuk memperoleh masker sebagai salah satu upaya perlindungan dari paparan kabut asap.

Manajemen Bandara Tjilik Riwut berharap kondisi kabut asap dan jarak pandang segera membaik sehingga operasional penerbangan dapat kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penerbangan. rmp/rca-red

-
-
-