PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada Jumat (11/9/2026) pagi sempat menembus sekitar 520 µg/m³, sehingga masuk kategori “Berbahaya”.
Kondisi tersebut terjadi di tengah masih adanya potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak dini hari. Sekitar pukul 05.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 288 µg/m³ dan kembali meningkat sekitar pukul 06.00 WIB hingga 340 µg/m³.
Puncaknya terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dengan konsentrasi mencapai sekitar 520 µg/m³. Setelah itu, angka tersebut perlahan mengalami penurunan. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, konsentrasi PM2.5 masih mencapai 196,2 µg/m³ dan berada pada kategori “Sangat Tidak Sehat”.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Lian Adriani, mengatakan kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama karena partikulat PM2.5 dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.
“Kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian, khususnya ketika konsentrasi PM2.5 berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya,” katanya saat dikonfirmasi Tabengan Jumat (11/9/2026).
Dengan masih tingginya konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi kualitas udara.
Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan potensi hujan yang dapat membantu menurunkan konsentrasi partikulat di udara.
“Untuk periode 14-17 September 2026 masih terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Namun, potensi udara kabur akibat kabut asap juga masih dapat terjadi di sebagian besar wilayah,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Lamandau, bagian utara Sukamara, bagian utara Katingan, bagian utara Gunung Mas, bagian utara Kapuas, Murung Raya, Barito Utara, serta bagian utara Barito Selatan.
Sementara itu, untuk wilayah lainnya secara umum diprakirakan cerah berawan, dengan peluang hujan ringan maupun hujan lokal terutama di wilayah Kalteng bagian utara.
BMKG mengingatkan kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin, perkembangan titik panas, serta kondisi atmosfer dan hujan. Karena itu, masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan prakiraan cuaca.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memantau kondisi kualitas udara. Jika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dikurangi dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikulat,” imbaunya. dte









