-
Hukrim

Didemo Kenaikan Harga BBM dan Antrean Panjang, PT Pertamina Minta Maaf

324
×

Didemo Kenaikan Harga BBM dan Antrean Panjang, PT Pertamina Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Masa aksi menyampaikan orasi di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalteng terkait kenaikan harga BBM dan panjangnya antrian di sejumlah SPBU di Palangka Raya. FOTO TABENGAN/ADE
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Keresahan masyarakat terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan munculnya antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya mendapat perhatian dari masyarakat terhadap PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng).

Masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalteng untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi harga dan ketersediaan BBM yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, antrean kendaraan terlihat kembali terjadi di sejumlah SPBU di Palangka Raya. Kondisi tersebut turut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait ketersediaan BBM.

Menanggapi kondisi tersebut, SAM Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam memperoleh BBM.

Donny memastikan tidak terdapat kendala stok BBM di wilayah Kalimantan Tengah. Menurutnya, antrean yang terjadi lebih berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat setelah adanya perbedaan harga antara Pertamax dan Pertalite.

“Kalau pada bulan yang sekarang, yang satu bulan terakhir ini memang ada peningkatan perpindahan konsumen dari yang semulanya itu menggunakan Pertamax, sekarang menggunakan Pertalite,” ujar Donny.

Ia menjelaskan, perpindahan tersebut dipengaruhi disparitas harga yang dinilai cukup tinggi. Berdasarkan pemantauan Pertamina, sekitar tujuh persen konsumen beralih dari Pertamax ke Pertalite.

“Karena memang ada disparitas harga yang terlalu tinggi. Jadi kami lihat bahwa selisih sekitar 6.300 ini sudah di luar kondisi yang bisa masyarakat terima,” katanya.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan terhadap Pertalite, Pertamina mengaku telah menambah pasokan sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal pada bulan ini.

Selain mempertebal stok, Pertamina juga melakukan penyesuaian pelayanan di sejumlah SPBU. Beberapa SPBU yang sebelumnya beroperasi 24 jam kini mulai membuka pelayanan lebih pagi, yakni sekitar pukul 05.00 WIB.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurai antrean, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk beraktivitas pada pagi hari.

“Kami juga melakukan beberapa penambahan pelayanan. Sekarang di beberapa SPBU selain 24 jam, kami juga membuka operasi SPBU lebih pagi sekarang, dari jam 5 pagi,” jelas Doddy.

Terkait kekhawatiran mengenai kelangkaan BBM, Pertamina memastikan ketahanan stok saat ini berada pada kisaran enam hingga tujuh hari. Namun, angka tersebut bukan berarti pasokan akan habis setelah melewati tujuh hari.

Menurut Donny, sistem distribusi BBM dilakukan secara berkesinambungan. Ketika stok mulai berkurang, pasokan berikutnya akan didatangkan sesuai dengan perencanaan distribusi.

“Stok ini berkesinambungan. Jadi ketika sudah mau habis, dia datang BBM-nya sesuai dengan perencanaan. Jadi kami pastikan terkait stok aman-aman saja untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya,” tegasnya.

Sementara terkait data distribusi, Donny mengatakan terdapat sejumlah data yang tidak dapat dipublikasikan secara langsung. Untuk informasi tersebut, Pertamina akan berkoordinasi dan menyampaikannya melalui pemerintah daerah.

Sedangkan untuk kuota Pertalite, ia menyebut data tersebut merupakan data yang berasal dari BPH Migas dan dibagikan kepada pemerintah daerah.

Khusus Kota Palangka Raya, kuota Pertalite pada 2026 disebut mencapai sekitar 99.087 kiloliter (KL). Hingga saat ini, realisasinya berada pada angka sekitar 97,6 persen.

“Masih masuk kuota, masih mencukupi. Jadi kami jamin terkait dengan kuota itu masih aman untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya,” pungkasnya.

Pertamina berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM. Penambahan pasokan dan penyesuaian jam pelayanan di sejumlah SPBU diharapkan dapat membantu mengurangi antrean yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir

Masa aksi meminta data jumlah SPBU yang ada di Palangka Raya dan se-kabupaten di Kalteng. Namun, pihak PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalteng, hanya memberikan selembar kertas yang berisikan kuota BBM secara umumnya se Kalteng.

Masa yang hendak menemui langsung pihak PT Pertamina. Namun, dihalangi barikade penjagaan ketat aparat kepolisian. Masa yang hendak merangsek masuk sempat memanas dan terjadi kericuhan. Dengan kesigapan aparat kepolisian amarah dari masa aksi dapat diredam dan situasi kembali kondusif.

Sampai berita ini diterbitkan, masa aksi masih bertahan di depan kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalteng, untuk menemui langsung pihak Pertamina. mak/fwa-red

 

-
-
-