-
PEMPROV KALTENG

BAHAYA KARHUTLA-Pemantauan Satwa di Hutan Kota Nyaru Menteng di Intensifkan

139
×

BAHAYA KARHUTLA-Pemantauan Satwa di Hutan Kota Nyaru Menteng di Intensifkan

Sebarkan artikel ini
-

KUNJUNGAN-Tim Dishut Kalteng melakukan kunjungan pemantauan Program RBP REDD+ GCF Output 2, di kawasan konservasi Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).FOTO DISHUT KALTENG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepungan kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah (Kalteng), Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng bergerak cepat dengan melakukan kunjungan pemantauan Program RBP REDD+ GCF Output 2, di kawasan konservasi Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).

Langkah proaktif ini dilakukan tidak sekadar mengevaluasi progres program terkait, melainkan untuk memastikan keselamatan, dan kesehatan satwa yang berhabitat di dalam kawasan tersebut. Kualitas udara yang menurun akibat asap karhutla dikhawatirkan berdampak langsung pada ekosistem lokal.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menegaskan, peninjauan langsung ke lapangan sangat krusial, guna memetakan potensi risiko yang dihadapi flora dan fauna di Nyaru Menteng.

“Dinas Kehutanan Kalteng mendampingi kegiatan pemantauan ini, termasuk melihat kondisi kawasan dan satwa yang ada di Nyaru Menteng di tengah situasi karhutla,” ujar Agustan.

Ia menjelaskan, pemantauan berkala ini berfungsi sebagai langkah preventif sekaligus mitigasi. Memantau langsung situasi di lapangan, pihak berwenang dapat merumuskan langkah penanganan cepat, jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan pada satwa maupun kerusakan lingkungan akibat paparan asap pekat.

“Kita ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan, sehingga perkembangan kawasan dan kondisi satwa dapat terus dipantau,” tambahnya.

Hutan Kota Nyaru Menteng selama ini, memegang peran strategis sebagai zona konservasi penting di Bumi Tambun Bungai.

Dishut Kalteng berkomitmen, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna menjaga stabilitas ekosistem, dan meminimalisir dampak buruk perubahan lingkungan bagi satwa penghuni kawasan tersebut.ldw/ded-red

-
-
-