-
PEMKO PALANGKA RAYA

Asap Menipis, PJJ Siswa P. Raya Masih Diperpanjang 

121
×

Asap Menipis, PJJ Siswa P. Raya Masih Diperpanjang 

Sebarkan artikel ini
FOTO : Plt Kepala Disdik Kota Palangka Raya, Jayani./Anita Widyaningsih
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang tampak menipis pada Senin (28/9) belum sepenuhnya membuat aktivitas belajar di Kota Palangka Raya kembali normal. Ancaman kualitas udara yang masih berada pada level berbahaya membuat siswa PAUD, SD hingga SMP kembali harus belajar dari rumah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 September 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berisiko bagi kesehatan.

Plt Kepala Disdik Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan keputusan tersebut menjadi langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama risiko gangguan pernapasan.

“Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara pada 24 hingga 27 September 2026, kondisi ISPU di Kota Palangka Raya masih berada pada kategori berbahaya. Karena itu, PJJ kami perpanjang untuk melindungi kesehatan peserta didik,” ujar Jayani, Senin (28/9).

Menurutnya, perpanjangan PJJ berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Palangka Raya. Kebijakan ini sekaligus menjadi kelanjutan dari penerapan PJJ sebelumnya selama kondisi darurat kabut asap.

Jayani menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran di tengah kondisi udara yang belum aman.

“Kami tidak ingin anak-anak terpapar udara yang berisiko terhadap kesehatan, terutama gangguan pernapasan,” katanya.

Meski kegiatan belajar dialihkan ke rumah, Disdik memastikan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Guru tetap diminta memberikan materi dan pendampingan sesuai ketentuan yang diterapkan masing-masing sekolah.

“PJJ bukan berarti libur sekolah. Kami meminta guru tetap memberikan materi pembelajaran dan pendampingan kepada peserta didik agar proses belajar mengajar tetap berlangsung optimal,” tegasnya.

Di sisi lain, peran orang tua juga dinilai penting selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Disdik meminta orang tua ikut mengawasi kegiatan belajar anak sekaligus membatasi aktivitas mereka di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

“Kami berharap dukungan orang tua agar anak-anak tetap belajar dari rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik,” ucap Jayani.

Disdik selanjutnya akan terus memantau perkembangan kualitas udara bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan apakah kegiatan belajar tatap muka dapat kembali digelar setelah 30 September.

“Keputusan berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika kualitas udara membaik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Namun apabila masih berisiko, tentu akan kami evaluasi kembali,” pungkasnya. nws/fwa-red

 

-
-
-