-
PEMKO PALANGKA RAYA

Kabut Asap Ganggu Belajar, Pemko Kaji PJJ Lebih Efektif

109
×

Kabut Asap Ganggu Belajar, Pemko Kaji PJJ Lebih Efektif

Sebarkan artikel ini
FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan Kota Palangka Raya terus memengaruhi pola belajar siswa. Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kota Palangka Raya kini mengkaji cara agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap berjalan efektif sekaligus benar-benar melindungi peserta didik.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, evaluasi terhadap pelaksanaan PJJ tengah dilakukan bersama jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan para guru. Pemerintah ingin memastikan kebijakan belajar dari rumah tidak justru membuat anak-anak lebih banyak beraktivitas di luar saat kualitas udara memburuk.

“Nah ini juga termasuk nanti saat ini dari jajaran Disdik, kepala sekolah, guru-guru juga sedang berdiskusi, mengkaji bagaimana apakah PJJ ini supaya lebih maksimal lagi,” kata Fairid, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, PJJ dalam situasi kabut asap tidak boleh hanya dipahami sebagai perubahan tempat belajar dari sekolah ke rumah. Perlindungan terhadap anak tetap menjadi perhatian, terutama agar mereka tidak menghabiskan waktu di luar ruangan selama udara tercemar asap.

“Maksudnya adalah PJJ kadang-kadang jangan sampai PJJ, tapi anak-anak itu bermain di luar,” ujarnya.

Karena itu, Pemko Palangka Raya membuka kemungkinan menyiapkan ruangan tertentu yang relatif terlindungi dari paparan asap. Ruangan tersebut nantinya dapat menjadi alternatif apabila kondisi mengharuskan siswa mengikuti pembelajaran di tempat yang lebih aman.

“Ataukah kita menyiapkan memang ada suatu ruangan khusus yang memang bebas dari asap supaya bisa melakukan PJJ di situ, atau bagaimana, ya gitu terus,” tambahnya.

Langkah tersebut disiapkan menyusul kondisi kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir cukup pekat di sejumlah wilayah. Dampaknya tidak hanya menyentuh aktivitas masyarakat dan kesehatan, tetapi juga membuat sektor pendidikan harus menyesuaikan pola pembelajaran.

Di sisi lain, Pemko juga memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat selama masa darurat karhutla. Layanan rumah oksigen diperluas hingga tingkat Posyandu, sementara fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Fairid menegaskan, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Puskesmas hingga rumah sakit diminta memastikan ketersediaan obat maupun sarana pendukung pelayanan.

“Kami memperkuat juga Puskesmas. Jajaran Dinkes sudah saya ingatkan juga, tidak hanya sampai di sini. Saya pastikan stok obat dan sarana prasarana harus benar-benar siap, baik di Puskesmas maupun RSUD yang ada di Kota Palangka Raya,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemko Palangka Raya berupaya menjaga dua hal sekaligus, yakni kesehatan anak dan keberlangsungan pendidikan. Selama kabut asap belum sepenuhnya mereda, penyesuaian pembelajaran dan penguatan layanan kesehatan dinilai menjadi bagian penting dari perlindungan masyarakat. nws/fwa-red

 

-
-
-