JAKARTA/TABENGAN.CO.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Partai Demokrat atas berpulangnya H. Nadalsyah, yang akrab disapa Koyem. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melayat langsung ke rumah sakit pada Selasa (6/10/2026) dini hari, untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, AHY turut menyalatkan jenazah mantan Bupati Barito Utara dua periode (2013–2023) itu, sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan, yaitu sang istri Sri Hidayati beserta anak-anak dan saudara kandung almarhum. Hal ini diketahui dari unggahan Instagram AHY.
AHY mengenang Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah tersebut sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi dan pantang menyerah dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengabdian dan perjuangan Bang Koyem akan selalu kami kenang. Semoga almarhum diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur AHY.
Kepergian H. Nadalsyah menjadi kehilangan besar bagi Partai Demokrat, khususnya di Kalimantan Tengah, mengingat dedikasinya yang panjang sebagai pemimpin daerah dan kader partai.
Dimakamkan di Islamic Center Muara Teweh
Awan duka menyelimuti keluarga besar H. Nadalsyah Koyem bin H. Anton Idris. Mantan Bupati Barito Utara tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 19.05 WIB di RS Siloam Jakarta.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah almarhum rencananya akan dibawa ke Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, untuk dimakamkan di Islamic Center Muara Teweh. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB.
Kepergian H. Nadalsyah Koyem meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, masyarakat Barito Utara, serta berbagai pihak yang selama ini mengenal dan berinteraksi dengan almarhum.
Dalam pesan duka yang disampaikan keluarga, mereka memohon agar masyarakat dapat memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup, serta mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian doa yang disampaikan keluarga.
Keluarga besar juga memohon doa agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian almarhum. Semoga almarhum H. Nadalsyah Koyem mendapat rahmat dan ampunan Allah SWT serta husnul khatimah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Menindaklanjuti kepergian tokoh pembangunan di Bumi Iya Milik Bengkang Turan itu, Bupati Barito Utara yang menjabat saat ini, H. Shalahuddin, ST., M.T., langsung mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 100.3.4.2/85/SETDA/X/2026. Surat tersebut berisi instruksi resmi terkait pemasangan bendera setengah tiang di lingkungan pemerintahan sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Berdasarkan surat edaran yang ditetapkan di Muara Teweh pada 5 Oktober 2026 itu, seluruh Perangkat Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara diwajibkan memasang bendera setengah tiang pada halaman kantor masing-masing selama satu hari penuh, tepatnya pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Tak hanya itu, seluruh jajaran juga diminta menyelipkan doa pada saat apel pagi dan sore hari sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasa almarhum selama memimpin Barito Utara pada periode 2013-2018 dan 2018-2023.
Berdasarkan informasi resmi dari pihak keluarga, jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 08.30 WIB. Setibanya di Banjarmasin, jenazah akan langsung dibawa menuju Muara Teweh melalui jalur darat dan diperkirakan tiba sekitar pukul 19.00 WIB.
Setibanya di Muara Teweh, jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka, Jalan Semoga Indah. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB di Islamic Center Muara Teweh.
Selain menerbitkan surat edaran pengibaran bendera setengah tiang, Bupati Shalahuddin juga menyerukan kepada seluruh perangkat daerah dan masyarakat Kabupaten Barito Utara untuk ikut menyambut serta menghormati kedatangan jenazah almarhum. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk rasa cinta dan penghargaan yang tinggi terhadap dedikasi almarhum selama memimpin daerah.old/dre-red











