-
Spirit Kalteng

UDARA PALANGKA RAYA BERBAHAYA-PM2.5 Tembus 2.135 µg/m³, Jarak Pandang Turun 150 Meter

52
×

UDARA PALANGKA RAYA BERBAHAYA-PM2.5 Tembus 2.135 µg/m³, Jarak Pandang Turun 150 Meter

Sebarkan artikel ini
BERBAHAYA-Kabut asap menyelimuti ruas jalan di Kota Palangka Raya membuat jarak pandang pengendara terbatas, seiring kualitas udara kategori berbahaya akibat tingginya konsentrasi PM2.5, Rabu (7/10/2026).FOTO TABENGAN/DIRMANTIO
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali berada pada kondisi mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) pada Rabu (7/10/2026) pagi, tercatat berada dalam kategori berbahaya, bahkan mencapai sekitar 2.135 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 sejak dini hari hingga pagi terus mengalami peningkatan. Hingga pukul 10.00 WIB, nilai PM2.5 berada pada rentang 325–2.135 µg/m³ dan seluruhnya masuk kategori berbahaya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Ihsan, menyampaikan, kondisi tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikulat halus di udara Palangka Raya.

“Untuk kualitas udara berdasarkan partikulat PM2.5 di Palangka Raya tanggal 7 Oktober berada dalam kategori berbahaya, dengan nilai rentang 325–2.135 µg/m³,” ujar Ihsan saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan data pemantauan, konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB berada di kisaran 330–450 µg/m³. Memasuki pukul 07.00 WIB, konsentrasi meningkat menjadi sekitar 500 µg/m³.

Kondisi tersebut semakin memburuk pada pukul 08.00 WIB, ketika PM2.5 mencapai sekitar 670 µg/m³. Satu jam kemudian, konsentrasinya melonjak tajam hingga sekitar 1.430 µg/m³.

Peningkatan kembali terjadi pada pukul 10.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai sekitar 2.130 µg/m³ atau mendekati nilai maksimum pemantauan yang mencapai 2.135 µg/m³.

Selain kualitas udara yang memburuk, kondisi atmosfer juga ditandai dengan rendahnya jarak pandang di wilayah Kota Palangka Raya.

“Berdasarkan pengamatan pada pukul 07.00–12.00 WIB, jarak pandang sekitar 150 hingga 600 meter. Bahkan, pada pengamatan terakhir pukul 12.30 WIB, jarak pandang kembali turun sekitar 150 meter,” bebernya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena konsentrasi PM2.5 yang sangat tinggi tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan jarak pandang.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika kondisi udara memburuk. dte/fwa-red

 

-
-
-