PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID — Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bella menilai penanganan bencana dengan skala besar tidak semestinya hanya menjadi beban pemerintah daerah, terlebih ketika kondisi fiskal daerah sedang mengalami tekanan.
Sorotan tersebut disampaikan Tandean menyusul beratnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tengah kemarau panjang dan fenomena El Niño.
Menurut Tandean, karhutla yang terjadi di Pulang Pisau tidak dapat dilihat semata-mata sebagai persoalan lokal. Kondisi iklim dan karakteristik bencana membuat penanganannya membutuhkan dukungan lintas pemerintahan, termasuk pemerintah pusat.
Ia secara khusus menyoroti kapasitas anggaran penanggulangan bencana secara nasional.
“Jujur saja kita menyesalkan BNPB punya anggaran yang sangat minim secara nasional, sementara kita nasional sedang mengalami banyak bencana,” kata Tandean.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki keterbatasan fiskal dalam menghadapi bencana yang membutuhkan biaya besar dan berlangsung dalam waktu panjang.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap dituntut bergerak cepat karena bencana langsung berdampak terhadap masyarakat dan wilayahnya.
“Bencana sebesar ini, level pemerintah daerah dengan kondisi fiskal yang sedang sakit ini cukup berat,” ujarnya.
Tandean menyebut berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan penanggulangan bencana tidak bisa dipandang sebagai kebutuhan sektoral semata.
Karena itu, menurutnya, diperlukan dukungan pemerintah pusat yang lebih kuat, baik dalam bentuk anggaran, sarana-prasarana, peralatan maupun dukungan operasional.
Meski demikian, Tandean memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau yang tetap berupaya menangani karhutla bersama seluruh unsur di lapangan.
Dukungan tersebut melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA dan berbagai unsur lainnya.
Tandean menegaskan, kritik terhadap kesiapan pemerintah pusat bukan berarti mengabaikan kerja pemerintah daerah. Sebaliknya, dukungan pusat dinilai penting agar daerah tidak bekerja sendirian menghadapi bencana dengan skala besar.
“Pulang Pisau kita apresiasi. Pemerintah daerah sudah di jalan, sudah sedemikian rupa berjuang walaupun hanya bisa bertahan,” katanya.
Menurut Tandean, penguatan sistem penanggulangan bencana harus menjadi agenda bersama antara pemerintah pusat dan daerah, terutama untuk menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks. mye-red











