-
DPRD Pulang Pisau

Tandean Indra Bella Dorong Pulang Pisau Perkuat Antisipasi Karhutla

0
×

Tandean Indra Bella Dorong Pulang Pisau Perkuat Antisipasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bella
-

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID — Pengalaman menghadapi kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 harus menjadi momentum bagi Kabupaten Pulang Pisau untuk memperkuat sistem pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.

Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bella mengatakan, ancaman karhutla tidak boleh hanya direspons ketika api sudah muncul dan meluas. Pemerintah daerah harus mulai menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

“Kita sebenarnya tidak menyerah. Untuk ke depan harus juga diantisipasi. Baik di level pemerintah daerah, saya dengan bupati juga sedang diskusi untuk antisipasi ke depan seperti apa. Tolong kita mulai persiapkan,” kata Tandean.

Menurutnya, Pulang Pisau memiliki karakteristik wilayah yang memiliki kawasan gambut sehingga membutuhkan pola mitigasi khusus, terutama ketika menghadapi kemarau panjang dengan kondisi yang sangat kering.

Tandean menilai, pengalaman tahun ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola penanganan bencana, baik dari sisi anggaran, sarana dan prasarana, personel maupun koordinasi lintas sektor.

Ia mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA serta seluruh unsur lainnya yang selama ini bersama pemerintah daerah melakukan penanganan karhutla.

Namun, menurutnya, kekuatan penanganan di lapangan harus dibarengi dengan sistem pencegahan yang lebih terencana.

“Untuk ke depan harus juga diantisipasi,” tegasnya.

Tandean juga menilai pemerintah daerah dan DPRD perlu mulai membahas kebutuhan penanganan bencana sebelum memasuki periode rawan, sehingga daerah tidak selalu berada dalam posisi menunggu terjadinya kebakaran baru kemudian melakukan penyesuaian anggaran.

Langkah tersebut dinilai penting karena perubahan kondisi iklim dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran, sementara kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan.

“Minimal kita persiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Menurut Tandean, pengalaman Pulang Pisau menghadapi karhutla tahun ini harus menghasilkan sistem penanganan yang lebih kuat, bukan sekadar menyelesaikan persoalan pada satu musim kemarau. mye-red

 

-
-
-