SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengapresiasi pengabdian Hotman Siagian selama menjabat sebagai Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit selama satu setengah tahun. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, KSOP, Pelindo, perusahaan pelayaran, dan pelaku usaha terus diperkuat untuk mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan.
Apresiasi tersebut disampaikan Halikinnor dalam kegiatan yang diselenggarakan Sampit Marine Family coffe morning dan pelepasan yang dilaksanakan di Aula Aquarius Boutique hotel Sampit Selasa (20/10).
Menurutnya, Pelabuhan Sampit memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang perekonomian Kotim. Aktivitas pelabuhan menjadi jalur penting bagi pergerakan hasil bumi daerah maupun distribusi kebutuhan masyarakat setiap hari.
“Pelabuhan Sampit adalah pintu gerbang ekonomi Kotawaringin Timur. Dari sini, hasil bumi dan kebutuhan masyarakat bergerak setiap hari. Keselamatan pelayaran dan kelancaran pelabuhan sangat menentukan denyut ekonomi daerah kita,” ujarnya.
Halikinnor menegaskan, pengelolaan pelabuhan yang baik tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antara KSOP, Pelindo, perusahaan pelayaran, pelaku usaha, aparat keamanan, dan masyarakat agar aktivitas kepelabuhanan berjalan aman dan lancar.
Sementara itu Mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian, meninggalkan sejumlah capaian kinerja selama bertugas selama satu tahun lima bulan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Capaian tersebut meliputi peningkatan pelayanan kepelabuhanan, digitalisasi layanan, hingga penguatan keselamatan pelayaran.
Hotman yang mulai bertugas di KSOP Sampit sejak 9 Mei 2025 akan melanjutkan pengabdian di KSOP Kelas III Sunda Kelapa terhitung mulai 23 Oktober 2026. Posisinya di KSOP Sampit digantikan Luis Setiawan, yang sebelumnya bertugas di KSOP Kelas I Balikpapan.
Dalam acara coffee morning dan pelepasan kepala KSOP Sampit di Aquarius Boutique Sampit, Hotman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kotim, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan tugas selama ini.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan. Pergantian pejabat merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu capaian yang disampaikan Hotman adalah realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) KSOP Sampit sepanjang 2025 yang mencapai 135 persen dari target nasional. Sementara itu, serapan anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) mencapai 99,94 persen.
Kinerja pelayanan dan aktivitas kepelabuhanan juga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, KSOP Sampit menerbitkan 2.954 sertifikat keselamatan kapal, meningkat 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas keluar masuk kapal dan bongkar muat tercatat mencapai 16.206.406 ton atau naik 55,73 persen.
Berdasarkan evaluasi pada 26 Januari hingga 20 Oktober 2026, inovasi tersebut mencatatkan rata-rata nilai mutu pelayanan A atau sangat baik. KSOP Sampit juga terus meningkatkan pelayanan melalui sistem Inaportnet dan MaritimHUB bagi pengguna jasa kepelabuhanan.
Penguatan legalitas kapal turut menjadi perhatian. Pada periode 2019–2021, KSOP Sampit menerbitkan 1.253 pas kecil. Sementara sejak 2022 hingga 18 September 2026, sebanyak 644 E-Pas Kecil diterbitkan, sehingga totalnya mencapai 1.897 pas kecil.
Di sisi lain, KSOP Sampit juga mencatat sejumlah prestasi, di antaranya meraih peringkat kedua SMRT Challenge kategori lomba video Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2025/2026 serta predikat terbaik kedua dalam penyusunan laporan keuangan tingkat UAPPA-W kategori sedang se-Kalimantan Tengah pada 2026.
Hotman menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak, termasuk TNI/Polri, pemerintah daerah, PT Pelabuhan Indonesia Cabang Sampit, instansi terkait, serta pegawai KSOP Sampit.
Ia juga berpesan agar jajaran KSOP Sampit terus menjaga integritas dan mengutamakan keselamatan pelayaran dalam menjalankan tugas.
“Keselamatan adalah harga diri kita sebagai insan transportasi. Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan. Jika kapal tidak memenuhi persyaratan keselamatan, maka jangan diberikan izin berlayar,” tegasnya. (May/jsi-red)












