-
Hukrim

Kalapas Palangka Raya Luncurkan Inovasi KODIKARYA, Perkuat Ekosistem Pemasaran Produk Warga Binaan

55
×

Kalapas Palangka Raya Luncurkan Inovasi KODIKARYA, Perkuat Ekosistem Pemasaran Produk Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
KERJA SAMA-Kalapas Palangka Raya Hisam Wibowo menandatangani PKS dengan influencer. FOTO LAPAS PALANGKA RAYA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya resmi merilis program inovatif KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan) melalui Pelatihan Pemasaran Digital Hasil Karya Warga Binaan se-Kalimantan Tengah di Aula Lapas Perempuan Palangka Raya, Selasa (20/10/2026). Program ini dirancang untuk mentransformasi ekosistem pemasaran produk hasil warga binaan agar berdaya saing tinggi dan bernilai ekonomi berkelanjutan.

Inovasi tersebut lahir dari gagasan Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, sebagai bagian dari implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Melalui KODIKARYA, produk warga binaan tak lagi sebatas hasil pelatihan internal, melainkan didorong masuk ke ekosistem pemasaran modern yang terintegrasi secara digital.

“Melalui KODIKARYA, kami ingin hasil karya warga binaan tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga berkembang hingga kemampuan mengelola usaha dan memasarkan produk secara berkelanjutan. Ini menjadi bekal nyata agar mereka siap mandiri secara ekonomi setelah kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Palangka Raya, Hisam Wibowo.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalteng, Hensah, mengapresiasi penuh terobosan ini dan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar. Apresiasi senada disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Rahmawati, yang menilai platform digital sebagai sarana krusial untuk menghubungkan karya warga binaan dengan konsumen luas serta mitra bisnis strategis.

Sebagai landasan operasional jangka panjang, Lapas Kelas IIA Palangka Raya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng sejak Rabu (14/10/2026). Kerja sama ini mencakup pendampingan kewirausahaan, standar pengolahan, pengemasan, desain produk, hingga tata kelola pemasaran konvensional dan digital.

Tak hanya dengan dinas terkait, strategi pemasaran KODIKARYA juga diperkuat melalui PKS bersama para influencer atau kreator konten lokal. Sinergi ini difokuskan pada peningkatan keterampilan petugas dan warga binaan dalam pembuatan konten kreatif, brand awareness, serta pemanfaatan media sosial agar promosi produk tepat sasaran dan berdaya pikat tinggi.

Pelaksanaan pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut memberikan pembekalan mendalam bagi peserta dari UPT Pemasyarakatan se-Kalteng. Pada hari pertama, Kabid Pelayanan dan Pembinaan, Suwarto, menekankan pentingnya pembinaan kemandirian yang produktif sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan sewaktu kembali ke tengah masyarakat.

Selanjutnya, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, Arif Fajar Kurniawan, memaparkan materi standar produk siap jual di era digital. Ia menggarisbawahi bahwa kualitas yang konsisten, estetika kemasan, kejelasan identitas produk, hingga kesiapan logistik pengiriman merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar daring.

Memasuki hari kedua pelatihan, Rabu (21/10/2026), peserta dibekali framework digital marketing oleh Agus Rifai dari Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, lalu dilanjutkan dengan praktik penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Para peserta diajarkan memanfaatkan AI secara langsung untuk merancang materi promosi visual yang kreatif, menarik, dan berstandar profesional. fwa

-
-
-