-
Hukrim

Perkantoran Pemko P. Raya Dikepung Api

155
×

Perkantoran Pemko P. Raya Dikepung Api

Sebarkan artikel ini
DIKEPUNG API Kobaran api membakar lahan di kawasan perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, Jalan Soekarno, Kamis (22/10/2026) siang. Disdamkarkat Palangka Raya. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung kawasan perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya di Jalan Soekarno, Kamis (22/10/2026) siang.

Api yang semula terlihat kecil dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang, hingga mendekati sejumlah bangunan perkantoran dan membuat petugas berjibaku melakukan pemadaman.

Situasi tersebut memicu upaya penanganan segera untuk mencegah api merambat dan meluas hingga berdampak pada aktivitas pemerintahan.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dikerahkan untuk mengantisipasi kobaran api agar tidak menjangkau bangunan kantor.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan pihaknya melakukan penanganan selama kurang lebih dua jam di kawasan tersebut. Namun, proses pemadaman di lapangan tidak berjalan mudah karena sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau, sementara ketersediaan sumber air sangat terbatas.

“Tadi kami melakukan penanganan kurang lebih 2 jam. Memang beberapa titik lokasi agak sulit ditempuh, termasuk titik air yang sangat terbatas,” katanya, di lokasi kejadian, Kamis (22/10/2026).

Menurut Alfrianto, kebakaran terjadi di beberapa titik dengan luasan lahan yang cukup besar. Area terdampak membentang mulai dari samping Kantor Dinas Perhubungan, kawasan Kantor Satpol PP, hingga ke arah pinggir Jalan Soekarno.

Hingga penanganan berlangsung, pihaknya belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar. Pendataan masih diperlukan untuk mengetahui luasan secara lebih terperinci, mengingat titik api tersebar di sejumlah lokasi.

“Kita belum menghitung secara detail total luasannya. Yang pasti, dari beberapa titik itu areanya sangat luas sehingga sulit untuk dipadamkan,” jelasnya.

Menurutnya, keterbatasan sarana pengambilan air dan jumlah armada menjadi kendala utama petugas di lapangan. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman harus dilakukan dengan mempertimbangkan jangkauan petugas serta potensi api merambat ke kawasan perkantoran.

Ia menambahkan, Disdamkarmat Kota Palangka Raya mengerahkan tiga armada pemadam untuk membantu mengendalikan kebakaran.

“Kalo dari Disdamkarmat, Kita menerjunkan 3 armada untuk melakukan pemadaman di area ini,” tambahnya.

Ia menegaskan, langkah yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga mengantisipasi agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan kantor di sekitarnya.

“Makanya kita lebih kepada antisipasi, untuk menjaga agar api tidak sampai ke area perkantoran. Kita mengantisipasi supaya jangan ada kantor yang terdampak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto, menyampaikan bahwa api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WIB. Pada awalnya, kobaran api masih relatif kecil sehingga pihaknya sempat berupaya masuk ke area lahan untuk melakukan pemadaman.

Namun, kondisi angin yang bertiup cukup kencang membuat api cepat membesar. Kobaran api kemudian mulai mendekati kawasan perkantoran sehingga penanganan harus segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Awalnya api itu masih kecil, kita sudah coba mau masuk ke dalam untuk memadamkan. Tapi karena angin terlalu kencang, sehingga apinya cepat membesar dan mulai mendekat,” ujarnya.

Ia menduga, arah penjalaran api berasal dari kawasan bekas kebakaran sebelumnya yang berada di belakang Kantor BNN Kota Palangka Raya. Meski demikian, asal mula kebakaran tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Kondisi di sekitar lokasi semakin mengkhawatirkan ketika asap dari lahan yang terbakar mulai masuk ke dalam ruangan kantor. Jarak titik api yang berdekatan dengan bangunan membuat asap sulit dihindari dan mengganggu kenyamanan di lingkungan perkantoran.

Berlianto mengungkapkan bahwa, langsung meminta bantuan kepada sejumlah OPD yang tergabung dalam Satgas Karhutla untuk bersama-sama menangani kebakaran tersebut.

Pengerahan bantuan lintas OPD dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memperkuat penanganan di lapangan, sekaligus mencegah kobaran api meluas ke kawasan perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya.

“Makanya tadi saya langsung minta bantuan teman-teman OPD yang terlibat di Satgas Karhutla untuk membantu di sini karena apinya terlalu dekat,”pungkasnya. dte

 

-
-
-