-
Ekobis

Pelni Angkut 1.300 Penumpang Dari Kumai Dampak Kabut Asap, 45 Calon Jamaah Umrah Pilih KM Awu

64
×

Pelni Angkut 1.300 Penumpang Dari Kumai Dampak Kabut Asap, 45 Calon Jamaah Umrah Pilih KM Awu

Sebarkan artikel ini
-

Pelni Angkut 1.300 Penumpang Dari Kumai Dampak Kabut Asap, 45 Calon Jamaah Umrah Pilih KM Awu. FOTO ISTIMEWA

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Dampak dari kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di wilayah Kotawaringin Barat, mengakibatkan terganggunya aktivitas penerbangan fi Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Dengan kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat memanfaatkan transportasi laut sebagai alternatif perjalanan, seperti yang di alami oleh 45 calon jamaah umrah asal Pangkalan Bun, dimana jamaah tersebut berangkat melalui agen PT Alkamila Pangkalan Bun.

Akibat kabut asap, 45 Jamaah umrah yang semula dijadwalkan berangkat menuju Jakarta menggunakan pesawat pada 17 Oktober 2026 akhirnya memilih jalur laut.

Pelni Angkut 1.300 Penumpang Dari Kumai Dampak Kabut Asap, 45 Calon Jamaah Umrah Pilih KM Awu. FOTO ISTIMEWA

Dimana Para calon jamaah tersebut berangkat sehari lebih awal, yakni pada 16 Oktober 2026, menggunakan kapal penumpang KM Awu menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Mereka awalnya direncanakan bertolak ke Jakarta menggunakan pesawat pada 17 Oktober 2026. Namun, para calon jamaah tersebut kemudian memutuskan untuk menggunakan transportasi laut sehari lebih awal, yakni pada 16 Oktober 2026, dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya,” kata Pimpinan Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Kumai/Pangkalan Bun, Andry Yudha Prawira.

Pada keberangkatan yang sama, KM Awu mengangkut sekitar 1.300 penumpang dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai menuju Surabaya dan sejumlah kota lain di wilayah Indonesia timur. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran transportasi laut dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya ketika terjadi gangguan pada moda transportasi udara.

Pelni Angkut 1.300 Penumpang Dari Kumai Dampak Kabut Asap, 45 Calon Jamaah Umrah Pilih KM Awu. FOTO ISTIMEWA

Andry menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan layanan transportasi laut kepada masyarakat Indonesia, termasuk di tengah kondisi yang berdampak pada operasional transportasi udara. PELNI senantiasa berupaya memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan secara optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

“PT PELNI (Persero) berkomitmen untuk terus melayani masyarakat Indonesia melalui transportasi laut yang aman dan andal. Di tengah kondisi kabut asap yang berdampak pada penerbangan dari Pangkalan Bun, kami berupaya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap diberikan secara optimal, dengan tetap mengedepankan keselamatan penumpang dalam setiap pelayaran,” ujar Andry kepada awak media.

Lebih lanjut, Andry mengatakan jumlah penumpang kapal PELNI dari wilayah Kumai diperkirakan masih berpotensi mengalami peningkatan pada keberangkatan berikutnya.

Berdasarkan data sementara hingga Rabu malam, sebanyak 623 penumpang berangkat menggunakan KM Kelimutu tujuan Kumai – Semarang, 427 penumpang tercatat akan berangkat menggunakan kapal PELNI pada 24 Oktober 2026.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan penjualan tiket dan perkembangan kebutuhan perjalanan masyarakat, khususnya apabila gangguan penerbangan akibat dampak asap karhutla masih berlanjut. (yulia /jsi-red)

-
-
-