-
Hukrim

Dansatbrimob Pantau Karhutla di Tanjung Puting

50
×

Dansatbrimob Pantau Karhutla di Tanjung Puting

Sebarkan artikel ini
TINJAU-Dansatbrimob Kombes Pol Dieno Hendro meninjau langsung karhutla di TNTP. FOTO POLDA KALTENG
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur kawasan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi angin segar di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Personel Satbrimob Polda Kalimantan Tengah masih menemukan bara api di sejumlah titik lahan bekas terbakar di Desa Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (26/10/2026).

Untuk memastikan kondisi lahan, Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Dieno Hendro Widodo, turun langsung melakukan pengecekan bersama personel Satbrimob, Dinas Kehutanan Kabupaten Kotawaringin Barat, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekonyer. Pemantauan difokuskan pada lahan yang sebelumnya terbakar dan berpotensi kembali memunculkan titik api.

Dalam pengecekan tersebut, petugas masih menemukan bara api di beberapa bagian lahan. Kondisi ini menjadi perhatian karena bara yang tersisa berpotensi memicu kebakaran susulan, terutama jika kondisi lahan kembali mengering. Karena itu, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam.

Di tengah kegiatan, hujan dengan intensitas cukup deras akhirnya turun. Kondisi tersebut diharapkan membantu membasahi lahan bekas terbakar sekaligus menekan potensi munculnya kembali titik api. Meski demikian, turunnya hujan tidak serta-merta menghilangkan risiko karhutla sehingga pengawasan di lokasi tetap diperlukan.

Dieno Hendro Widodo mengatakan, hujan yang turun menjadi kabar baik bagi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak tidak lengah mengingat masih ditemukannya bara api di lokasi.

“Alhamdulillah, hujan turun cukup deras saat kami melakukan pengecekan di lokasi. Tentu ini menjadi harapan baik bagi kita semua dalam membantu membasahi lahan yang terbakar. Meski demikian, kita tidak boleh lengah karena bara api masih dapat memicu kebakaran kembali. Kami akan terus melakukan pemantauan dan bersinergi dengan seluruh pihak agar kondisi lahan tetap terkendali,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada upaya petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Pemantauan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting diharapkan dapat memastikan bara api yang tersisa tidak kembali membesar dan memicu kebakaran baru. Hujan yang turun menjadi harapan bagi pemulihan lahan sekaligus membantu mengurangi ancaman kabut asap di Kalimantan Tengah. fwa

 

-
-
-