MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut) H Taufik Nugraha menyatakan dukungan terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Dukungan tersebut, termasuk pengadaan anggaran bagi kegiatan penggiat dan relawan anti narkoba yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2027.
Dukungan tersebut disampaikan Taufik dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama Pemkab Barut melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di ruang rapat DPRD Barut, Senin (2/11/2026). Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barut H Benny Siswanto tersebut dihadiri anggota DPRD, Asisten I Bidang Pemerintahan, Kepala Badan Kesbangpol beserta jajaran, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan, dan mitra strategis penggiat serta relawan antinarkoba.
“Pada prinsipnya DPRD selalu mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Kami tidak pernah menghalangi kegiatan yang memiliki tujuan baik, terlebih ini menyangkut masa depan anak-anak dan generasi muda Barut,” tegas Taufik.
Ia mengatakan, dukungan tersebut juga mencakup pembahasan kebutuhan anggaran untuk mendukung keberlangsungan program penggiat dan relawan antinarkoba. Namun, seluruh kebutuhan harus terlebih dahulu disusun secara terperinci, disertai perencanaan kegiatan dan target hasil yang jelas.
Menurutnya, Kesbangpol perlu menyiapkan rencana program tahun anggaran 2027, mulai dari jenis kegiatan, pihak yang terlibat, sasaran pelaksanaan, kebutuhan pembiayaan hingga output yang ingin dicapai.
“Silakan dihitung dan disusun secara terperinci kebutuhan anggarannya. Misalnya membutuhkan Rp1 miliar atau bahkan Rp2 miliar, sepanjang memang berdasarkan kebutuhan program dan perencanaannya jelas, tentu dapat dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Taufik juga meminta agar usulan tersebut segera disampaikan kepada Bupati melalui mekanisme yang berlaku sehingga dapat dipertimbangkan dalam proses penyusunan dokumen penganggaran dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perangkat daerah terkait.
Ia menambahkan, penanganan narkoba bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat dan relawan.
“Kita memiliki tujuan yang sama, bagaimana mengurangi penyalahgunaan narkoba dan menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus. Karena itu, kegiatan ini harus benar-benar berjalan dan mendapatkan dukungan bersama,” tambahnya. old/dre-red











