Teks Foto : Foto Helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat yang di duga jatuh di Seruyan. Foto istomewa
Kuala Pembuang/Tabengan.co.id- Helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) dilaporkan mengalami kecelakaan atau crash di perairan pesisir Pantai Pematang Limau, wilayah Resor Sungai Perlu, Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Dalam laporan sementara helikopter Mi-17 tersebut dilaporkan dalam kondisi terbalik di perairan. Proses evakuasi awak helikopter langsung dilakukan setelah kejadian diketahui.
Helikopter milik Kementerian Kehutanan dengan nomor registrasi PK-DAP yang saat itu sedang menjalankan operasi water bombing di wilayah Pematang Limau menerima informasi dari helikopter Bell 412 Penerbad mengenai kecelakaan tersebut.
Setelah menerima informasi, PK-DAP langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu proses penyelamatan. Mengingat helikopter Mi-17 berada di laut, proses evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan bambi bucket atau kantong air yang biasa digunakan untuk operasi pemadaman kebakaran dari udara.
Melalui upaya tersebut, empat orang kru Mi-17 berhasil dievakuasi dari perairan menuju daratan pantai. Setelah itu, PK-DAP kembali ke pangkalan karena persediaan bahan bakar mulai menipis dan melakukan komunikasi dengan petugas di darat di Kuala Pembuang.
Petugas di darat kemudian berkoordinasi dengan satuan tugas terkait. Selanjutnya, helikopter Bell 412 Penerbad melakukan evakuasi terhadap empat kru tersebut untuk dibawa kembali ke Bandara Kuala Pembuang.
Setibanya di Kuala Pembuang, keempat kru langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, helikopter PK-DAP kembali melanjutkan penerbangan guna membantu proses evakuasi kru Mi-17 lainnya yang masih berada di lokasi kejadian.
Hingga laporan sementara tersebut diterima, proses evakuasi masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut masih menunggu informasi dari petugas di lapangan. Kendala komunikasi juga dihadapi tim karena lokasi kecelakaan maupun area operasi water bombing tidak memiliki jaringan sinyal.zul
Views: 343











