-
Hukrim

Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Perairan Pematang Limau Kalteng, 6 Ditemukan dan 2 Hilang

132
×

Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Perairan Pematang Limau Kalteng, 6 Ditemukan dan 2 Hilang

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COMID – Helikopter Mi-17 milik Penerbangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Penerbad) dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan (crash) di perairan sekitar Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (4/11/2026).

Diketahui, helikopter penerbad berangkat dari homebase di Bandara Kuala Pembuang tersebut sedang menjalankan misi water bombing untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Berdasarkan laporan awal, helikopter tersebut membawa delapan awak penumpang yang diantaranya saat mengalami kecelakaan di laut, sekitar satu kilometer dari bibir pantai kawasan Pematang Limau.

Kapendam XXII Tambun Bungai, Letkol Arh Dodo Sahata, dalam laporan pendahuluan menyampaikan bahwa saat ini tim di lokasi kejadian melaporkan telah berhasil menemukan dan mengevakuasi enam personel dalam kondisi selamat, sedangkan dua personel lainnya kini masih dalam pencarian.

“Jumlah kru yang berada di dalam helikopter sebanyak delapan personel. Dua orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat menggunakan helikopter Bell Penerbad HA-5172 dan dibawa menuju RS. Sementara empat personel lainnya telah dievakuasi ke Pos TNTP di area Pematang Limau. Dua personel masih dalam pencarian,” ujar Kapendam XXII Tambun Bungai.

Helikopter yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan jenis Mi-17V5 dengan pilot in command (PIC) Mayor Cpn Dudi dan kopilot Kapten Cpn Hafiz.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), disebutkan bahwa helikopter tersebut menjalankan misi penerbangan dengan rute Kuala Pembuang sasaran Kuala Pembuang.

Adapun sasaran operasi berada di Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, tepatnya di Resor Telaga Pulang, wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Taman Nasional Tanjung Puting.

Berdasarkan data penerbangan awal, helikopter berangkat dari Kuala Pembuang pada pukul 03.20 UTC dengan perkiraan tiba pukul 06.30 UTC. Lokasi sasaran berada sekitar 40 mil laut dari Kuala Pembuang dengan arah radial 318 derajat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Kapendam XXII Tambun Bungai Kol Arh D.S. Manullang dilaporkan langsur terjun kelokasi kejadian dan kini sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memantau langsung penanganan dan perkembangan di lapangan. Perjalanan tersebut dari Kota Palangka Raya menuju lokasi diperkirakan memerlukan waktu sekitar 10 jam.

“Saat ini, Pamgdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, dan Kapendam XXII Tambun Bungai, Kol Arh D.S. Manullang dalam perjalanan menuju ke lokasi. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 10 jam dari Kota Palangkaraya,” pungkasnya. mak/fwa-red.

 

 

-
-
-