PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Kalteng, Hj Zaidah Abdul Razak, menegaskan pentingnya memperkuat peran organisasi perempuan dalam membangun ketahanan keluarga, memberdayakan masyarakat, serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutan pimpinan pusat pada peringatan Milad ke-47 DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Kalteng yang berlangsung di Aula Palampang Tarung, Kamis (5/11/2026).
Mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mempertegas komitmen Al-Hidayah dalam memperkuat kontribusi perempuan di bidang keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Zaidah menyampaikan, perjalanan 47 tahun Al-Hidayah merupakan bukti panjangnya pengabdian organisasi dalam membina umat dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat. Namun, usia panjang tersebut juga membawa tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas perjuangan dan memperluas manfaat organisasi hingga pelosok Indonesia.
“Usia 47 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pembelajaran, dan pengabdian. Momentum ini menjadi kesempatan untuk bersyukur, melakukan muhasabah, serta memperbarui tekad dan semangat pengabdian,” ujarnya.
Menurut Zaidah, tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks menuntut organisasi perempuan keagamaan untuk tidak hanya memperkuat pembinaan spiritual, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
Lebih jauh, Zaidah menempatkan perempuan sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, kualitas keluarga dan generasi masa depan sangat ditentukan oleh kapasitas perempuan dalam menjalankan peran pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai kehidupan.
Karena itu, ia mendorong Pengajian Al-Hidayah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya kader agar mampu menjadi perempuan yang religius, cerdas, mandiri, berdaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Zaidah juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan soliditas organisasi. “Ukhuwah merupakan kekuatan utama bagi organisasi dan umat. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi justru harus menjadi sumber kekuatan dan kebersamaan,” katanya.
Ia mengajak seluruh kader untuk membangun budaya organisasi yang mengedepankan saling menghormati, saling menguatkan, dan menghindari kepentingan pribadi yang dapat menghambat perjuangan bersama.
Zaidah juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surah Ali Imran ayat 103 agar umat senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak terpecah belah.jef/gie-red











