-
DPRD PALANGKA RAYA

Ancaman Karhutla Belum Usai, Hatir Minta Kewaspadaan Tak Kendur

58
×

Ancaman Karhutla Belum Usai, Hatir Minta Kewaspadaan Tak Kendur

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Masih munculnya titik panas atau hotspot di wilayah Marang dan Kelampangan menjadi sinyal agar kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya tidak boleh mengendur. Terlebih, kedua wilayah tersebut memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar dan berpotensi memicu kebakaran lebih luas apabila tidak segera diantisipasi.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat langkah pencegahan. Menurutnya, keberadaan titik panas harus menjadi perhatian serius agar karhutla tidak kembali berulang.

“Keberadaan titik panas harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipasi di wilayah rawan kebakaran,” katanya, Kamis (5/11).

Hatir menegaskan, upaya pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Sebaliknya, pemantauan kawasan rawan harus dilaksanakan secara konsisten, disertai kesiapan personel dan sarana pendukung agar potensi kebakaran dapat diketahui serta ditangani sejak dini.

Ia juga menyoroti karakteristik lahan gambut yang membutuhkan perhatian khusus. Pasalnya, kebakaran di kawasan gambut tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga berpotensi merambat hingga ke bawah tanah sehingga proses penanganannya menjadi lebih sulit.

Karena itu, koordiasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat perlu terus diperkuat. Keterlibatan warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan dinilai penting untuk membantu mendeteksi lebih awal kemunculan titik panas maupun potensi kebakaran.

“Selain pemantauan, koordinasi antarinstansi dan keterlibatan masyarakat juga dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan karhutla,” tambahnya.

Hatir berharap wilayah Marang dan Kelampangan mendapat perhatian lebih dalam pengawasan dan langkah antisipasi. Dengan pencegahan yang terencana dan berkelanjutan, potensi kebakaran diharapkan dapat ditekan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak buruk karhutla. nws/fwa-red

 

 

-
-
-