-
Spirit Kalteng

Masker Langka, Wagub: Jangan Sampai Kecolongan

32
×

Masker Langka, Wagub: Jangan Sampai Kecolongan

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Setelah beberapa jam pemberitaan mengenai WNI yang terdampak virus Corona, ketersediaan masker di berbagai toko dan apotek di Kota Palangka Raya dan sekitarnya mengalami kelangkaan. Kalaupun ada, harganya mengalami kenaikan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul mengimbau agar masyarakat mendahulukan orang yang membutuhkan atau mereka yang memang sedang sakit.

“Sebagaimana yang kita ketahui, masker sedang langka saat ini karena terjadi peningkatan kebutuhan mendadak di seluruh dunia. Pabrik tidak bisa mengejar kebutuhan tersebut. Belum lagi ditambah perilaku memborong masker. Saya hanya bisa mengimbau untuk mendahulukan orang sakit, itu alasannya mengapa yang diharuskan memakai masker hanya orang sakit,” katanya saat dihubungi Tabengan melalui pesan WA, Selasa (3/3).

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya drg Andjar mengatakan, yang sangat membutuhkan masker adalah petugas kesehatan dan penderita yang sakit.

“Salah satu kenaikan harga masker karena kecenderungan masyarakat harus memakai masker terkait virus Corona. Padahal, yang pakai masker itu orang sakit atau petugas kesehatan yang merawat orang sakit,” katanya.

Menurut Andjar, tidak semua masker dapat digunakan untuk mencegah virus Corona. “Jadi harus dibedakan dengan Karhutla, masker penting untuk semua orang,” imbuhnya.

Lebih Waspada
Meski saat ini di Kalteng masih dinyatakan negatif, namun dengan adanya 2 WNI yang dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19, maka Pemerintah Provinsi Kalteng akan lebih meningkatkan kewaspadaannya.

“Kita akan lebih intensif, kita lebih waspada, kita akan lebih teliti terhadap pendatang-pendatang yang datang ke sini. Jangan sampai kita kecolongan,” kata Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya, ditemui di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa.

Untuk mencegah masuknya virus Corona di daerah ini, ujar Habib, sejak awal beredarnya isu penyebaran virus mematikan tersebut di belahan dunia, Pemerintah Kalteng sudah melakukan langkah-langkah.

“Kita melalui Dinas Kesehatan sudah melakukan persiapan-persiapan, dari awal dulu sudah dilakukan. Menempatkan thermal scanner di Bandara-bandara di daerah ini. Bahkan saat ini sudah terdapat 3 rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Memang saat ini virus Corona sudah masuk ke Indonesia, namun pemerintah sudah melakukan berbagai langkah dan upaya, sehingga masyarakat diminta untuk menyikapinya dengan wajar. Jangan terlalu panik.

“Karena virus Corona ini bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Corona adalah virus yang masih bisa disembuhkan dan beberapa korban yang meninggal karena Corona, ternyata terindikasi mengidap penyakit lain, sehingga dengan Corona penyakitnya bertambah parah,” katanya.

Untuk mencegah virus jenis ini, masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan mengonsumsi buah serta sayuran yang cukup. Juga hindari menyentuh wajah sebelum cuci tangan dan hindari berada di kerumunan kalau tidak perlu. dsn/dkw

-
-
-