-
Spirit Kalteng

Rapat Dengan Kementerian PPN, Gubernur Usul Sejumlah Pembangunan

41
×

Rapat Dengan Kementerian PPN, Gubernur Usul Sejumlah Pembangunan

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran mengikuti rapat dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) bersama gubernur se-Indonesia, di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (3/3).

Dalam paparannya, Sugianto mengusulkan sejumlah pembangunan ke pemerintah pusat, di antaranya pembangunan rumah sakit tipe A, infrastruktur menuju Pelabuhan Batanjung dan Segintung, penanganan jalan di wilayah Pulang Pisau, hingga perpanjangan run way Bandara Tjilik Riwut.

“Selain menyampaikan pembangunan infrastruktur di Kalteng yang sudah dibangun oleh Pemprov, juga mengusulkan sejumlah pembangunan ke pemerintah pusat,” katanya.

Dijelaskan, usulan prioritas Pemerintah Provinsi Kalteng terkait akses jalan menuju pelabuhan ini diusulkan penanganannya tahun 2021, mengingat Provinsi Kalteng yang luasnya 1,5 kali Pulau Jawa dengan kekayaan yang melimpah selama ini tidak memiliki pelabuhan yang berfungsi sebagai outlet yang bisa meningkatkan perekonomian daerah.

“Termasuk penanganan jalan sepanjang 165 Km dari Pelabuhan Segintung ke Kuala Pembuang ke Simpang Bangkal dan pembangunan jalan sepanjang 52 Km ke Pelabuhan Batanjung yang masih belum ada akses jalan. Jalan ini sangat strategis, karena menghubungkan Pelabuhan Batanjung dengan Jalan Trans Kalimantan,” terang Sugianto.

Penyelesaian ruas jalan missing link, jalan lintas tengah Kalteng-batas Kalbar sepanjang 80 Km, juga perlu karena sangat strategis. Sebab, isu keamanan yang berdekatan dengan batas Indonesia dan Malaysia, serta membuka keterisolisasian masyarakat pedalaman Kalteng dan Kalbar.

Selain itu, perpanjangan landasan pacu Bandara Tjilik Riwut dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter, dengan lebar 45 meter, agar bisa didarati pesawat berbadan lebar. Ini untuk mendukung pengembangan Bandara Tjilik Riwut menjadi Embarkasi Haji penuh dan untuk mendukung kelancaran investasi bernilai ekspor.

Termasuk juga pembangunan baru Bandara Sebuai. Lahan yang dicadangkan seluas 2.500 hektare untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terutama hilirisasi industri sawit di wilayah barat Provinsi Kalteng.

Mengenai yang lain, tambah Sugianto, pembangunan Bendungan Muara Joloi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 284 MW juga sangat diperlukan. Proyek tersebut strategis untuk menjamin kemandirian dan ketahanan energi berkelanjutan. Berikutnya, usulan Pengembangan RSUD Doris Sylvanus menjadi Tipe A.

“Hal ini untuk membantu masyarakat Kalteng terlayani kesehatannya. Kami terus meningkatkan pelayanan kesehatan hingga membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Sugianto.

Karena saat ini RSUD Doris Sylvanus merupakan rumah sakit rujukan Provinsi Kalteng jenis tipe B dan selama ini banyak pasien dari Kalteng harus dirujuk ke rumah sakit di luar Kalteng, khususnya ke Pulau Jawa. ist/dkw

-
-
-