PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit ditunjuk sebagai salah satu dari 3 rumah sakit rujukan isolasi untuk pasien suspect Corona di Kalteng. Namun ternyata, rumah sakit itu belum memiliki ruang isolasi. Ketika ada pasien suspect Corona ingin dirujuk ke rumah sakit tersebut, terpaksa harus dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
“Saya sudah tegur Sampit, ternyata mereka tidak punya ruang isolasi,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul saat ditemui di lingkungan Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (18/3).
Dinkes memberikan waktu 7 hari terhitung sejak Rabu, ruang isolasi itu harus selesai. Jika masih tidak siap, maka SK rujukan akan dicabut dan dialihkan ke rumah sakit lain.
“Itu SK, kita angkat karena dia nyatakan siap dan ternyata dia tidak siapin. Ini baru mau dibikin. Saya beri batas waktu 7 hari, kalau tidak siap, SK kami cabut, kita pindahkan ke rumah sakit lain. Ada konsekuensinya, bahkan tidak hanya rujukan isolasi, namun rujukan regional secara umum,” tegasnya.
Kalau rujukan regional secara umum itu dicabut, lanjut Suyuti, tentu ada sanksinya, terutama terkait pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Saya terus terang kaget luar biasa, ternyata (RSUD dr Murjani) Sampit tidak punya ruang isolasi. Tadi saya sudah telepon, menanyakan perihal tersebut dan meminta segera disiapkan ruang isolasi,” kata Suyuti. dkw











