PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- Serapan beras hasil petani kawasan Food Estate yang tidak maksimal dan berimbang, juga menarik perhatian Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah (KPwBI Kalteng).
Deputi KPwBI Kalteng Yudo Herlambang mengatakan, terlepas dari berbagai macam pendapat, Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate merupakan kebanggaan dan peluang bagi masyarakat Kalteng. Pemerintah Pusat telah menetapkan Kalteng menjadi lumbung pangan nasional melalui PSN tersebut. Dengan kondisi ekonomi yang saat ini tengah berupaya pulih, PSN Food Estate akan terpengaruhi keberlangsungannya.
Namun demikian, karena sudah menjadi ketetapan dari pemerintah pusat, PSN ini perlu mendapat dukungan bersama, bagaimana pengelolaan, pemanfaatannya, keberlangsungan ke depan dan terlebih keterlibatan elemen masyarakat Kalteng.
“Sehingga komunikasi, sinergi dan kolaborasi sangat urgen dilakukan di Food Estate,” kata Yudo kepada Tabengan, kemarin.
Menurut Yudo, permasalahan pasar tersebut telah KPwBI komunikasikan dan koordinasikan dengan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Kalteng.
“Kami tengah mencari solusi terhadap hal ini, yaitu melalui hilirisasi produk yang bertujuan memperbaiki kualitas produk dan mengintegrasikan dengan digital untuk perluasan pasar,” katanya.
Harapannya, apabila produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik, maka pasar pun akan mengikuti. Demikian juga dengan integrasi digitalisasi, KPwBI Kalteng tengah menyusun rencana untuk menghubungkan Gapoktan yang ada di Food Estate dengan belanjakalteng.com. Tujuannya adalah agar produk Food Estate minimal dapat diketahui dan dikenal oleh masyarakat.
“Ini dapat menjadi langkah awal pengembangan Food Estate berbasis korporasi. Dalam konsepnya arah pengembangan Food Estate melalui korporasi ini akan dipasarkan melalui e-commerce dan didorong untuk ekspor,” tandasnya. dsn











