Bulog: Antara Produksi dan Demand Tidak Seimbang
PALANGKA RAYA/tabengan.co.id– Food Estate yang digadang-gadang menjadi lumbung padi dan memenuhi kebutuhan beras masyarakat, ternyata hasilnya belum maksimal. Buktinya, serapan beras dari Food Estate masih belum ada yang tersalurkan karena penyalurannya tidak seperti yang diharapkan.
Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Kalimantan Tengah (Kalteng) Mikha Ramba Kendenan mengungkapkan, antara produksi dan demand tidak seimbang.
“Untuk kondisi persediaan stok beras saat ini mencukupi, hanya kondisinya adalah beras hasil serapan dari Food Estate masih ada yang belum tersalurkan karena memang pasarnya/penyaluran kecil, karena antara produksi dan demand tidak seimbang,” bebernya, kemarin.
Mikha berharap, semoga di tahun mendatang pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Kalteng dapat membuka penyaluran melalui ASN atau sejenisnya sebagai saluran penjualan beras.
Mikha juga menyampaikan posisi per Jumat (22/10), ada sebanyak 3.464.000 kg dan akan masuk secara bertahap 1.450.000 kg. Jadi, total beras tersedia di gudang Bulog Provinsi Kalteng kisaran 4.914.000 kg.
“Namun, stok ini bersifat dinamis karena ada keluar dan masuk,” katanya. dsn











