PANGKALAN BUN/tabengan.co.id- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah A Syaifudi sesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan 2 oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat yang tega menampar seorang siswa.
Kadisdik Kalteng akan turun ke lapangan menyikapi beredarnya video yang telah viral di media sosial. Peristiwa ini sempat terekam kamera ponsel. Dari video berdurasi 14 detik yang diunggah akun TikTok @dephanytta, tampak sejumlah siswa laki-laki dijejer di depan kelas, kemudian 2 oknum guru tiba-tiba menampar dengan cukup keras. Satu guru perempuan dan satu lagi guru laki-laki.
Diakui Syaifudi, meski belum mengetahui secara pasti penyebab kasus pemukulan ini, tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan. Apa pun masalahnya bukan berarti harus ditangani dengan cara memukul. Sebab, saat ini pihaknya tengah gencar membangun sekolah ramah anak.
“Terima kasih dengan adanya laporan ini, dan saya sangat sesalkan dengan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru, padahal sudah sering saya ingatkan, agar tidak terjadi kekerasan di lingkungan sekolah,” kata Syaifudi saat dikonfirmasi usai menghadiri rapat terbatas di Hotel Britz Pangkalan Bun, Kamis (2/6/2022).
Lanjut Syaifudi, untuk sanksi yang akan diberikan kepada oknum guru yang terekam dalam video itu, setelah pihaknya melakukan investigasi ke lapangan. Yang jelas pihaknya langsung bertindak.
Sementara itu, tentang tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru di salah satu SMK di Pangkalan Bun, sumber menyebutkan kasus kekerasan ini sudah berulang kali terjadi akibat persoalan yang sepele.
“Itu yang menampar guru SMK sekolah tersebut, tidak hanya sekali dua kali telah terjadi kekerasan. Kebetulan ini sempat kerekam buat barang bukti. Kadang masalah tugas gak selesai tangan guru sempat melayang ke arah anggota tubuh murid. Nama guru Pak M, dia ngajar mata pelajaran Kejuruan Listrik,” ungkap sumber, Kamis (2/6/2022).
Terpisah, Kepala Sekolah salah satu SMK di Pangkalan Bun mengaku tidak mengetahui adanya kekerasan tersebut. Ia menyatakan bahwa kekerasan itu merupakan kekhilafan oknum guru.
“Maaf saya belum tahu. Jika instruksi dari saya guru tidak boleh memukul, mungkin gurunya khilaf, karena tindakan seperti itu tidak populer,” terang Kepsek.
Menindaklanjuti kekerasan ini, Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani menegaskan akan memanggil oknum guru yang melakukan pemukulan terhadap siswanya. c-uli











