Kotawaringin Barat

Puluhan Siswa SMA di Pangkalan Bun Tawuran

58
×

Puluhan Siswa SMA di Pangkalan Bun Tawuran

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANTINI PEMBINAAN- Polsek Arut Selatan memberikan imbauan dan pembinaan terhadap pelajar dari salah satu sekolah di Kota Pangkalan Bun.

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Dua kelompok pelajar di Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat terlibat tawuran dan terekam dalam video, Kamis (1/9/2022). Tampak puluhan siswa datang ke salah satu SMA yang ada di Pangkalan Bun melakukan penyerangan, sekitar pukul 11.30 WIB.

Dalam video tersebut, puluhan siswa datang bergerombol mengendarai sepeda motor, sambil memainkan gas motor dan melakukan penyerangan dengan melempar sesuatu ke arah gedung sekolah tersebut.

Menyikapi kejadian itu, Polsek Arut Selatan langsung turun ke lapangan untuk menangani dan melakukan pengamanan, serta memberikan imbauan kepada siswa dan siswi di sekolah tersebut.

Kapolsek Arsel Kompol Saiful Anwar menjelaskan, kronologis terjadinya penyerangan ini, bermula dari kegiatan futsal. Begitu ada yang tidak menang, saling ejek melalui chatting. Bahkan siswa ini saling sindir menyindir di sosial media dan cekcok di WhatsApp, sehingga terjadilah penyerangan.

“Jadi keributan ini berawal dari kegiatan olahraga futsal, karena ada yang tidak menang, kemudian muncul saling ejek melalui sosial media. Ada yang terpancing emosional, sehingga muncul kalimat menantang untuk pertemuan. Maklumlah mereka ini sama-sama emosinya masih labil dan inilah pemicu  keributan di luar kegiatan olahraga tersebut,” jelas Kapolsek.

Saiful mengakui, pada kejadian ini salah satu pelajar tersebut ada yang membawa senjata tajam, dan pihak Polsek Arsel akan melakukan pembinaan terhadap pelajar tersebut.

“Atas kejadian ini, kami pun akan melakukan pembinaan, termasuk adanya pelajar yang membawa senjata tajam, kami sudah meminta kepada pihak sekolah untuk sama-sama melakukan pembinaan, mengingat masih di bawah umur, jadi kami melakukan pembinaan terhadap anak tersebut,”  katanya.

Sementara itu, salah satu guru dari sekolah tersebut mengatakan, pihaknya juga kaget dengan adanya penyerangan secara tiba-tiba itu. Namun, ia tidak menerima jika yang disalahkan hanya pelajar dari anak didiknya.

“Kami pastinya kaget dengan adanya penyerangan ini, karena kan posisinya itu saya sedang mengajar, tiba-tiba ada bunyi lemparan sesuatu ke atas atap. Siswa dan siswi lain juga kaget, kemudian saya mengimbau kepada para siswa untuk tidak keluar kelas karena takut ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga menjelaskan, para pelajar yang melakukan serangan ini sempat menaiki gerbang sekolah, namun diketahui oleh salah satu guru dan diminta untuk turun. Menurut pihak sekolah, kurang lebih ada 25 pelajar yang melakukan penyerangan ini.

Dalam kejadian ini Kapolsek Arsel juga memberikan imbauan kepada siswa siswi di sekolah tersebut, untuk tidak terprovokasi, tidak melibatkan diri dan untuk tidak dilibatkan dalam kejadian ini. Polisi meminta kepada pihak sekolah para siswa dipulangkan lebih awal agar situasi kondusif. c-uli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *